Hubungan Kelelahan Kerja dengan Kualitas Tidur pada Ibu Hamil Trimester II di Wilayah Kerja Puskesmas Sumbersari Jember

Abstract

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami kelelahan kerja kategori ringan (61,4%), sementara kualitas tidur responden didominasi oleh kategori buruk (52,3%). Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan nilai r = −0,571 dengan p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan dengan arah negatif dan kekuatan korelasi sedang. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kelelahan kerja, maka kualitas tidur ibu hamil cenderung semakin menurun. Hubungan antara kelelahan kerja dengan kualitas tidur pada ibu hamil trimester II dapat dijelaskan melalui peningkatan beban fisik akibat aktivitas kerja yang berkelanjutan. Kelelahan yang tidak teratasi menyebabkan tubuh sulit mencapai kondisi relaksasi optimal saat istirahat. Ketika kelelahan meningkat dan kebutuhan istirahat tidak terpenuhi secara adekuat, kualitas tidur pada ibu hamil akan cenderung menurun. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa kelelahan kerja memiliki hubungan yang bermakna dengan kualitas tidur pada ibu hamil trimester II. Pengelolaan aktivitas kerja serta pengaturan waktu istirahat yang adekuat menjadi hal penting dalam menjaga kualitas tidur dan kesehatan ibu selama masa kehamilan.

Description

Finalisasi 4 Agustus 2026_Yudi

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By