Korelasi Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio (NLR) dengan Skoring CURB-65 pada Pasien Pneumonia di Rumah Sakit Perkebunan Jember Klinik
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kedokteran
Abstract
Pneumonia merupakan salah satu masalah kesehatan utama dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi di seluruh dunia. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi jaringan parenkim paru akibat bakteri, virus, atau jamur, yang diklasifikasikan menjadi Community-Acquired Pneumonia (CAP), HospitalAcquired Pneumonia (HAP), dan Ventilator-Associated Pneumonia (VAP). Studi menunjukkan bahwa insidensi CAP global mencapai 1,5 hingga 14 kasus per 1.000 populasi per tahun. Di Indonesia, prevalensi pneumonia mencakup 4,5% dari total penduduk, atau sekitar 12 juta pasien, dengan angka kematian sebesar 32 per 1.000 pasien. Wilayah Jawa Timur mencatat prevalensi tinggi dengan 92.118 kasus pada tahun 2022. Tingginya angka kematian ini menuntut strategi dan intervensi yang efektif, termasuk penilaian tingkat keparahan dan prognosis pasien menggunakan alat seperti skor CURB-65. Skor CURB-65 adalah parameter klinis dan laboratoris yang menilai keparahan pneumonia melalui lima indikator: kesadaran, kadar urea serum, laju pernapasan, tekanan darah, dan usia lebih dari 65 tahun. Skor ini terbukti memiliki hubungan signifikan dengan risiko kematian pasien, karena skor yang lebih tinggi menunjukkan adanya kerusakan organ sistemik. Meski bermanfaat, skor CURB-65 memiliki keterbatasan berupa sensitivitas dan spesifisitas yang belum optimal. Oleh karena itu, dibutuhkan kombinasi dengan parameter lain untuk meningkatkan akurasi prediksi. Di sisi lain, Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio (NLR) merupakan parameter laboratorium sederhana yang menggambarkan respons inflamasi tubuh, yang berpotensi menjadi pelengkap penilaian klinis untuk meningkatkan akurasi prognosis pasien pneumonia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara nilai NLR dan skor CURB-65 pada pasien pneumonia. Penelitian dilakukan dengan desain cross-sectional menggunakan data rekam medis pasien pneumonia di Rumah Sakit Perkebunan Jember Klinik, periode Januari 2023 hingga Desember 2023. Sebanyak 256 rekam medis pasien pneumonia diidentifikasi, namun hanya 44 sampel yang memenuhi kriteria inklusi, mencakup pasien yang telah menjalani pemeriksaan hematologi lengkap (neutrofil dan limfosit) serta skor
CURB-65. Karakteristik sosiodemografi pasien pneumonia pada penelitian ini menunjukkan bahwa bahwa mayoritas responden pada penelitian ini berjenis kelamin laki-laki sebanyak 24 pasien (55%). Sedangkan mengenai usia, sebagain besar responden berusia <65 tahun sebanyak 23 pasien (52%). Hasil penelitian mengenai nilai NLR dan skor CURB-65 pada setiap pasien pada penelitian ini menunjukkan mayoritas
pasien pneumonia memiliki nilai NLR < 10,0 (95.4%). Hasil juga menunjukkan mayoritas pasien pneumonia memiliki skor CURB-65 yang relatif tidak terlalu tinggi < 3 sebanyak 26 pasien (59%) dan 16 pasien (41%) dengan CURB-65. Data di analisis menggunakan uji Saphiro-Wilk dan hasil uji normalitas menunjukkan data tidak terdistribusi secara normal kemudian data diuji dengan uji statistika nonparametrik menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil uji korelasi Spearman memiliki nilai p value sebesar 0.409 yang menunjukkan hubungan yang tidak signifikan antara nilai NLR dengan skor CURB-65 pada pasien pneumonia di RS Perkebunan Jember Klinik. Namun nilai perbandingan NLR dengan skor CURB65 tidak memiliki hubungan yang ditunjukkan oleh koefisien korelasi sebesar 0.128. Nilai koefisien korelasi 0.128 menunjukkan bahwa tidak ada hubungan
antara NLR dan skor CURB-65. Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan NLR
tidak selalu sejalan dengan tingginya skor CURB-65 pada pasien. Dengan demikian
nilai rasio NLR dan skor CURB-65 ini belum dapat digunakan dalam penilaian
aspek klinis pasien.
Description
Reuploud file repositori 29 Jan 2026_Firli
