Karakteristik Fisik dan Termal Briket Berbahan Baku Tongkol Jagung dengan Variasi Penambahan Tempurung Kelapa dan Konsentrasi Perekat
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
Abstract
Tongkol jagung merupakan limbah pertanian melimpah di Indonesia yang
belum dimanfaatkan secara optimal dan sering dibakar langsung sehingga
menimbulkan polusi udara. Tongkol jagung berpotensi sebagai bahan baku briket
karena kandungan lignoselulosa tinggi dan kadar abu rendah, namun memiliki
struktur berongga, menghasilkan nilai kalor rendah. Kelemahan ini diperbaiki
dengan mengombinasikannya bersama tempurung kelapa yang berkerapatan dan
bernilai kalor tinggi, serta perekat tapioka untuk memperkuat struktur briket.
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh rasio kedua bahan dan variasi
konsentrasi perekat terhadap karakteristik fisik dan termal briket, serta
menentukan formulasi terbaik.
Penelitian dilaksanakan secara eksperimental di laboratorium
menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor. Faktor pertama
adalah rasio arang tongkol jagung dan tempurung kelapa pada tiga taraf, yaitu
80:20 (A1), 70:30 (A2), dan 60:40 (A3). Faktor kedua adalah konsentrasi perekat
tapioka pada tiga taraf, yaitu 5% (B1), 10% (B2), dan 15% (B3), sehingga
diperoleh 9 kombinasi perlakuan. Data hasil pengujian dianalisis menggunakan
Analisis Ragam (ANOVA), dilanjutkan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT)
pada taraf signifikansi 5% apabila terdapat pengaruh nyata, serta uji indeks
efektivitas untuk menentukan perlakuan terbaik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio arang tongkol jagung dan
tempurung kelapa berpengaruh nyata terhadap kadar air, kerapatan, kadar abu,
nilai kalor, dan laju pembakaran, namun tidak berpengaruh nyata terhadap kadar
zat terbang. Semakin tinggi proporsi tempurung kelapa, kadar air, kadar abu, dan
laju pembakaran briket semakin menurun, sedangkan kerapatan dan nilai kalor
semakin meningkat. Variasi konsentrasi perekat tapioka berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter mutu briket. Peningkatan konsentrasi perekat
meningkatkan kadar air, kerapatan, dan kadar zat terbang, tetapi menurunkan
kadar abu dan nilai kalor. Kadar air briket yang dihasilkan berkisar 3,022–
4,212%, kerapatan 0,442–0,563 g/cm³, kadar abu 5,514–6,910%, kadar zat
terbang 22,613–24,571%, nilai kalor 6.004,82–6.713,96 kal/g, dan laju
pembakaran 0,085–0,096 g/menit. Berdasarkan uji indeks efektivitas, formulasi
terbaik diperoleh pada perlakuan A3B1, yaitu rasio arang tongkol jagung dan
tempurung kelapa 60:40% dengan konsentrasi perekat 5%, dengan total nilai hasil
tertinggi sebesar 0,84. Seluruh perlakuan briket dalam penelitian ini telah
memenuhi standar SNI 01-6235-2000 untuk parameter kadar air, kadar abu, dan
nilai kalor, tetapi belum memenuhi standar untuk parameter kadar zat terbang
sebesar maksimal 15%
Description
Finalisasi Repository Hasyim September 2026
