Hubungan Curah Hujan dan Angka Bebas Jentik dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Probolinggo Tahun 2020-2024
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Abstract
Demam Berdarah Dengue (DBD) menjadi salah satu masalah kesehatan lingkungan yang menimbulkan banyak Kejadian Luar Biasa (KLB) di Indonesia. Dinamika kejadian DBD dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi iklim dan keberadaan vector penyakit. Curah hujan berpotensi meningkatkan tempat perindukan nyamuk, sedangkan Angka Bebas Jentik (ABJ) digunakan sebagai indicator keberhasilan pengendalian vector di masyarakat. Kabupaten Probolinggo masih mencatat kasus DBD yang cukup tinggi sampai tahun 2024 karena sistem surveilan yang semakin membaik. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan curah hujan dan ABJ dengan kejadian DBD di Kabupaten Probolinggo selama periode 2020-2024. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan ekologi dan time series. Data sekunder berupa jumlah kasus DBD, Curah hujan bulanan, dan ABJ. Analisis menggunakan uji korelasi Spearman karena data tidak berdistribusi normal dengan pendekatan non-time lag, time lag 1 bulan, dan time lag 2 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa curah hujan dan DBD tidak menunjukkan hubungan signifikan baik pada analisis tanpa jeda waktu maupun dengan time lag 1 bulan dan time lag 2 bulan. Sedangkan analisis ABJ dan BDB menunjukkan hubungan arah negatif dengan korelasi lemah. Curah hujan memiliki hubungan signifikan dengan ABJ (p<0,0001; r=-0,489) dengan arah hubungan negatif dan korelasi sedang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa curah hujan berperan terhadap dinamika keberadaan jentik nyamuk yang tercermin melalui perubahan nilai ABJ, namun tidak berhubungan langsung dengan kejadian DBD pada tingkat kabupaten
Description
FINALISASI oleh Arif 2026 Juni 22
