Kinerja Bank : Analisis Varian Berbasis Status Devisa dan Era Corona
| dc.contributor.author | Muhammad Pradana Arifin | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-18T02:02:26Z | |
| dc.date.issued | 2024-06-05 | |
| dc.description | Reupload file repositori 18 februari 2026_PKL Fani/Firli | |
| dc.description.abstract | Pandemi COVID-19, yang dikenal sebagai Era Corona, telah membawa dampak signifikan di berbagai aspek kehidupan global sejak awal kemunculannya pada akhir 2019. Di bidang ekonomi, banyak negara mengalami resesi akibat pembatasan aktivitas sosial dan ekonomi, yang berujung pada peningkatan pengangguran dan ketidakstabilan finansial. Bank memiliki fungsi intermediasi yaitu menjadi perantara bagi masyarakat yang memiliki cukup dana untuk disalurkan kepada masyarakat yang mengalami defisit dana. Jenis bank terdiri atas bank devisa dan bank non devisa berdasarkan statusnya. Bank devisa yang memiliki izin untuk transaksi internasional memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan devisa negara yang belum stabil, namun tetap rentan terhadap fluktuasi ekonomi global. Di sisi lain, bank Non-Devisa yang hanya beroperasi di dalam negeri, meskipun memiliki cakupan yang lebih terbatas, tidak berarti kinerjanya lebih rendah dari bank devisa karena masih bergantung pada kondisi ekonomi dalam negeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada beda kinerja keuangan bank antar status devisa dan antar era sebelum dan pada saat era corona di Indonesia. Evaluasi kinerja keuangan bank dalam penelitian menggunakan indikator RGEC. Risk Profile, Good Corporate Governance, Earnings, dan Capital (RGEC) merupakan salah satu metode untuk menilai kesehatan finansial suatu bank melalui kinerja keuangan bank. Pendekatan penelitian ini dilakukan secara kuantitatif pada Bank Umum Swasta Nasional (BUSN) berstatus Devisa dan Non-Devisa yang terdaftar di OJK periode 2018-2021 dengan menggunakan metode analisis Uji Wilcoxon dan Uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menyatakan perbedaan antara status devisa hanya terlihat pada variabel Risk Profile, yaitu Risiko Kredit dan Risiko Likuiditas yang diproksikan oleh NPL/NPF dan LDR/FDR dan Variabel Capital yang diproksikan oleh CAR. Sementara itu, perbedaan antara era sebelum dan selama pandemi corona dapat dilihat pada semua variabel Risk Profile diproksikan NPL dan LDR, Earnings diproksikan ROA, dan Capital diproksikan CAR. | |
| dc.description.sponsorship | DPU: Dr. Elok Sri Utami, M.Si. DPA: Dr. Hari Sukarno, M.M. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/3384 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Ekonomi Dan Bisnis | |
| dc.subject | Corona Era | |
| dc.subject | Financial Performance | |
| dc.subject | Foreign Exchange Bank | |
| dc.subject | Non Foreign Exchange Bank | |
| dc.subject | RGEC | |
| dc.title | Kinerja Bank : Analisis Varian Berbasis Status Devisa dan Era Corona | |
| dc.type | Other |
