Analisis Tingkat Kematangan Implementasi Framework Scrum Menggunakan Scrum Maturity Model di PT. Xyz

dc.contributor.authorFirratus Saadah
dc.date.accessioned2026-02-25T00:55:05Z
dc.date.issued2024-02-16
dc.descriptionReupload Repositori File 25 Februari 2026_Kholif Basri
dc.description.abstractFramework Scrum merupakan sebuah kerangka kerja agile yang membantu pengembang dalam proses pengembangan perangkat lunak yang sesuai kebutuhan bisnis. PT. XYZ merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dibidang penyedia jasa pengembangan perangkat lunak. PT.XYZ menggunakan Scrum sebagai kerangka kerja dalam mengembangkan produknya. Terdapat beberapa Tribe yang dibentuk oleh PT. XYZ, salah satunya adalah Tribe Laras. Tribe Laras terdiri dari lima Squad yang masing-masing Squad menangani proyeknya sendiri. Proyek yang dikerjakan oleh Squad di Tribe Laras mulai dari proyek pemerintahan sampai proyek swasta. Tribe Laras mengalami beberapa kendala dalam proses pengembangan perangkat lunaknya menggunakan Scrum. Kendala yang paling sering dialami adalah pembaharuan Sprint Backlog tidak diketahui oleh tim, tidak terselenggaranya Sprint Retrospective Meeting di beberapa Squad, dan Product Backlog item yang tidak diprioritaskan oleh Product Owner. Dari kendala tersebut, perlu diidentifikasi praktik Scrum pada Tribe Laras untuk dapat mengetahui perbaikan yang perlu dilakukan. Identifikasi dapat dilakukan menggunakan kombinasi antara Scrum Maturity Model (SMM) dan Agile Maturity Model (AMM). SMM adalah sebuah model pengukuran tingkat kematangan implementasi praktik Scrum. sedangkan AMM adalah model pengukuran tingkat kematangan yang berfokus pada pada agile secara keseluruhan. Tahapan penelitian yang dilakukan adalah penyusunan kuesioner berdasarkan kuesioner yang telah disusun oleh Alexandre Paulo Guo Yin dari penelitian Scrum Maturity Model yang dilakukannya. Setelah itu, kuesioner diserahkan kepada Scrum Master untuk diisi sesuai keadaan pada Squad yang dibawahinya. Data yang sudah terkumpul kemudian dilakukan analisis menggunakan persamaan AMM. Hasil dari perhitungan persamaan AMM digunakan untuk menafsirkan tingkat kematangan praktik Scrum dan disusun rekomendasi perbaikan untuk mencapai tingkat selanjutnya. Hasil dari penelitian, diketahui bahwa Squad pada Tribe Laras mencapai kematangan tingkat 1 (initial). Hal ini berarti Squad pada Tribe Laras belum mencapai tingkat kematangan yang diharapkan pada masing-masing Squad, yaitu Squad New Concept mencapai tingkat 5, Squad Finansial mencapai tingkat 5, Squad Komisi mencapai tingkat 5, Squad Pemeliharaan mencapai tingkat 4, dan Squad LMS mencapai tingkat 5.
dc.description.sponsorshipDosen Pembimbing Utama : Windi Eka Yulia Retnani S.Kom.,MT Dosen Pembimbing Anggota: Beny Prasetyo S.Kom., M.Kom
dc.identifier.otherKholif Basri
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/4335
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Ilmu Komputer
dc.subjectFramework Scrum
dc.subjectkerangka kerja agile
dc.subjectperangkat lunak
dc.subjectPT. XY
dc.subjectjasa pengembangan perangkat lunak
dc.titleAnalisis Tingkat Kematangan Implementasi Framework Scrum Menggunakan Scrum Maturity Model di PT. Xyz
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Firratus Sa'adah - 182410102004.pdf
Size:
799.22 KB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: