Analisis Posisi Vertikal Foramen Mentale Terhadap Inferior Mandibula Pada Anak Down Syndrome Dan Anak Normal

dc.contributor.authorFauzaan Ganang Kurniawan
dc.date.accessioned2026-02-04T08:51:40Z
dc.date.issued2024-11-18
dc.descriptionReupload Repositori File 04 Februari 2026_Kholif Basri
dc.description.abstractForamen mentale adalah lubang kecil pada korpus mandibula yang terletak di kedua sisi mandibula, bagian dari struktur anatomi rahang bawah. Pertumbuhan mandibula dapat dipengaruhi oleh faktor genetik, ras, jenis kelamin, nutrisi, hormon, aktivitas otot pengunyah, dan pola hidup. Salah satu gangguan genetik yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan mandibula adalah down syndrome. Pada penderita down syndrome menunjukkan penurunan pembentukan tulang pada mandibula dan dapat menyebabkan bentuk mandibula yang berbeda. Down syndrome disebabkan oleh kelainan genetik pada kromosom 21 yang memiliki tiga kromosom yang disebut trisomi 21. Kelainan genetik bedampak pada pertumbuhan mandibula dengan mengubah keseimbangan genetik tubuh. Keadaan ini menyebabkan perubahan karakter fisik, kemampuan intelektual, dan gangguan fungsi fisiologis. Penderita down syndrome mengalami penyimpangan pada struktur kraniofasial, termasuk bentuk kepala brakisefali, yaitu pengurangan ukuran wajah bagian atas, serta mandibula yang lebih kecil pada kedalaman dan lebar. Secara sagital, terjadi kekurangan mandibula relatif terhadap rahang atas dan wajah bagian atas, sementara kedua bagian wajah cenderung menonjol. Kecilnya ukuran mandibula disebabkan oleh kerusakan pada sel-sel saraf mandibula selama pembentukan embrio, sehingga mandibula tidak terbentuk dengan baik. Hal ini menyebabkan tinggi wajah pada anak dengan down syndrome lebih rendah dibandingkan anak normal, menghasilkan ciri khas wajah yang unik pada laki-laki maupun perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan posisi foramen mentale pada anak penderita down syndrome dengan anak normal. Penelitian ini maerupakan penelitian analitik observasional menggunakan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari hasil pemeriksaan radiograf panoramik pada anak penderita down syndrome dan anak normal yang tersedia di Laboratorium Radiografi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Jember. Masing-masing kelompok sampel sebanyak 12 anak, dengan 5 anak laki-laki dan 7 anak perempuan dengan rentang usia 10-17 tahun. Sampel yang digunakan adalah hasil pemeriksaan radiograf panoramik yang kemudian dilakukan pengukuran posisi foramen mentale yang dihitung dari titik superior foramen mentale terhadap inferior mandibula (S-L) dan titik inferior foramen mentale terhadap inferior mandibula (I-L) dengan menggunakan aplikasi Clinicview. Data yang telah diperoleh ditabulasi dan dilakukan uji normalitas menggunakan uji Shapiro Wilk dan uji homogenitas menggunakan uji Levene's. Hasil data berdistribusi normal namun tidak homogen maka dilakukan independent t-test untuk mengetahui perbedaan antara dua kelompok. Hasil independent t-test dari formen mentale antara anak laki-laki down syndrome dengan anak laki-laki normal diperoleh nilai p = 0,015 (p ≤ 0,05) dan pada anak perempuan down syndrome dengan anak perempuan normal diperoleh nilai p = 0,023 (p ≤ 0,05). Hal tersebut ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan posisi foramen mentale antara anak penderita down syndrome dan anak normal baik laki-laki maupun perempuan. Hasil penelitian juga mendapatkan posisi foramen mentale antara anak laki-laki down syndrome dengan anak perempuan down syndrome menunjukkan tidak berbeda signifikan, dan anak laki-laki normal dengan anak perempuan normal menunjukkan posisi formen mentale yang berbeda signifikan. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat perbedaan posisi vertikal foramen mentale terhadap inferior mandibula antara anak down syndrome dengan anak normal, sedangkan pada anak down syndrome laki-laki dengan anak down syndrome perempuan tidak berbeda signifikan. Dengan demikian, posisi vertikal foramen mentale tidak dapat digunakan untuk mengidentifiksi jenis kelamin pada anak penderita down syndrome.
dc.description.sponsorshipDosen Pembimbing Utama : drg. Dwi Kartika Apriyono, M.Kes., Sp. OF(K) Dosen Pembimbing Anggota: drg. Nadie Fatimatuzzahro, MD.Sc.
dc.identifier.issnKholif Basri
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/1606
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Kedokteran Gigi
dc.subjectForamen mentale
dc.subjectlubang kecil
dc.subjectkorpus mandibula
dc.subjectPertumbuhan mandibula
dc.titleAnalisis Posisi Vertikal Foramen Mentale Terhadap Inferior Mandibula Pada Anak Down Syndrome Dan Anak Normal
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Fauzaan Ganang Kurniawan - 201610101126.pdf
Size:
652.72 KB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: