Pemetaan Lahan Pertanian Menggunakan Metode Image Sticthing dengan Algoritma Sift, Flann, dan Ransac untuk Analisis Geospasial
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Pemetaan lahan merupakan hal yang dibutuhkan untuk mengetahui luas lahan
tertentu pada lahan khususnya pertanian. Seiring berkembangnya teknologi,
pengukuran luas lahan dapat dilakukan melalui drone. Pengambilan gambar pada
drone pada ketinggian tertentu akan lebih memudahkan. Hal tersebut dikarenakan,
seseorang yang akan melakukan pengambilan gambar dan akan dilakukan
pengukuran melalui (personal computer) PC. Namun apabila memiliki lahan cukup
luas yang tidak memungkinkan drone mengambil gambar hanya satu kali, maka
akan dilakukan (image stitching) penggabungan gambar. Metode ini memerlukan
beberapa algoritma untuk bisa memiliki dilakukan penggabungan gambar.
Algoritma tersebut meliputi SIFT untuk melakukan deteksi keypoint, FLANN
untuk melakukan pencocokan keypoint, dan RANSAC untuk mencari pencocokan
baik yang telah dilakukan oleh FLANN. Algoritma SIFT telah diakui sebagai
detektor dan deskriptor fitur yang lebih unggul dibandingkan dengan algoritma
seperti SURF dan ORB terutama dalam hal ketepatan terhadap perubahan skala,
rotasi. Pemetaan lahan ini juga memerlukan cahaya yang cukup yaitu pada pagi hari
dan sore hari saja dengan kisaran iluminasi diantara 535 sampai 2136 Fc. Apabila
memiliki cahaya yang gelap, maka akan lebih sulit dalam melakukan penggabungan
karena akan lebih sulit dalam mencari keypoint dan apabila terlalu terang, maka
akan memiliki hasil yang tidak terlalu detail. Selain itu, kecepatan dalam
pengambilan gambar sangat berpengaruh karena akan menentukan luasnya dari
overlap kedua gambar. Kecepatan drone yang ideal pada penelitian ini pada
ketinggian 25 meter yaitu 1 m/s, ketinggian 50 meter yaitu 2 m/s, dan ketinggian
75 meter yaitu 3 m/s. Ketiganya tersebut memiliki waktu setiap pemotretan yaitu
setiap 5 detik sekali. Adapun batas overlap penelitian ini yang tidak dapat
digabungkan yaitu di bawah 30%. Selain penggabungan gambar, penelitian ini juga
melakukan penentuan titik geospasial dalam menentukan titik lokasi pemetaan.
Geospasial tersebut didapatkan dari perhitungan rata-rata dari latitude dan
longitude yang diperoleh dari properties setiap gambar. Penentuan luas lahannya
sendiri dengan mencari skala yang didapatkan dari panjang sebenarnya pada lahan
dan panjang sebenarnya pada gambar. Panjang sebenarnya pada gambar dapat
dicari melalui piksel gambar.
Description
Reupload File Repositori 30 Maret 2026_Maya/Lia
