Perbandingan Daya Penyimpanan Air Irigasi dan Hasil Budidaya Caisim dengan Kompos Kotoran Ayam Berbentuk Granula, Kompos Curah, dan Pupuk NPK
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknologi Pertanian
Abstract
Produksi tanaman dipengaruhi oleh berbagai faktor penting seperti, benih
yang berkualitas, kondisi lahan, ketersediaan air, iklim, hama dan penyakit, serta
pengelolaan tanaman. Ketersediaan air sangat penting untuk keberhasilan produksi
tanaman, karena air merupakan kebutuhan dasar bagi tanaman. Faktor-faktor
seperti jumlah air yang masuk ke tanah, laju evaporasi, dan kemampuan tanah
menyerap air mempengaruhi ketersediaan air. Pemberian air yang cukup dapat
mengurangi risiko kerusakan tanaman akibat kekurangan air dan mendukung
pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan.
Dalam dunia pertanian, petani seringkali menggunakan pupuk organik
curah untuk meningkatkan ketersediaan hara. Penggunaan pupuk organik curah
yang biasa digunakan oleh petani ternyata memiliki beberapa kelemahan, yaitu
diantaranya menimbulkan debu, overdosisnya tanaman terhadap pelepasan nutrisi
secara mendadak, dan juga kompos curah kurang baik dalam kemampuan menahan
air, karena kompos curah umumnya memiliki tekstur agak kasar, tidak padat dan
juga memiliki pori-pori yang besar, sehingga air yang disiramkan akan langsung
mengalir keluar sebelum diserap sepenuhnya oleh tanaman. Hal tersebut nantinya
akan mempengaruhi dari hasil produksi tanaman.
Sebagai solusi, salah satu bentuk inovasi yang dikembangkan adalah
pembuatan pupuk organik dalam bentuk granula atau pelet. Kompos granula
merupakan hasil olahan bahan organik yang dipadatkan menjadi butiran dengan
teknik granulasi. Kompos granula bertujuan untuk mencegah overdosis tanaman
terhadap pelepasan nutrisi secara mendadak dan diyakini memiliki kemampuan
menyimpan air lebih baik daripada kompos curah karena kompos granula memliki
tekstur yang halus, padat, stabil dan memiliki pori-pori yang kecil, kemudian
permukaan pada kompos granul juga dapat memperlambat penguapan langsung dari media tanam, sehingga dapat menyimpan air lebih lama yang nantinya air yang
tertahan akan diserap sepenuhnya oleh tanaman dan akan mempengaruhi hasil
produksi tanaman.
Dengan demikian, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbandingan
daya penyimpanan air irigasi dan hasil budidaya Caisim dengan kompos kotoran
ayam berbentuk granula, kompos curah, dan pupuk NPK. Penelitian dilakukan di
Laboratorium Instrumentasi dan Pengendalian Lingkungan Pertanian dan Lahan
Penelitian Program Studi Teknik Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian
Universitas Jember dengan menggunakan tiga perlakuan dengan empat kali ulangan
pada setiap perlakuan. Perlakuan yang digunakan yaitu kompos curah, kompos
granula, dan kontrol (NPK). Pengukuran yang dilakukan yaitu daya simpan air dan
pertumbuhan tanaman yang meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat segar
tanaman. Hasil penelitian dianalisis menggunakan ANOVA satu arah.
Hasil analisis daya simpan air menunjukkan bahwa kompos granula
memiliki nilai daya simpan air tertinggi yaitu sebesar 62%. Namun, pada hasil uji
ANOVA menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang nyata antara variabel. Pada
analisis tanaman Caisim di berbagai perlakuan, didapatkan tinggi dengan nilai
paling besar yaitu pada kompos bentuk granula, dengan nilai rata-rata tinggi yaitu
sebesar 31,5 cm. Hal tersebut pun sama halnya dengan berat segar tanaman dengan
nilai rata-rata sebesar 59,25 gr, dan jumlah daun dengan rata rata 7 helai daun
Description
Reupload Repository Maya 26 Maret 2026
