Pengaruh Ukuran Partikela Tandan Kosong Kelapa Sawit (Elaesis guineesis) dan Penambahan Ca(OH)2 terhadap Kapasitas Adsorpsi Uap Air dan Aktivitas Antibakteri Desikan dari Tandan Kosong Kelapa Sawit
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Abstract
Desikan merupakan zat yang menyerap uap air dan digunakan untuk menjaga kondisi kering di sekitarnya. Bahan desikan anorganik seperti zeolit dan silika gel tidak dapat diperbarui dengan mudah, sehingga muncul ide untuk membuat desikan dari limbah pertanian, seperti Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS). TKKS limbah padat dari industri kelapa sawit, memiliki potensi sebagai desikan ramah lingkungan, mengingat limbahnya mencapai 10 juta ton yang belum dimanfaatkan. Komposisi TKKS mengandung selulosa, lignin, dan senyawa lain yang dapat berfungsi sebagai penyerap dan memiliki sifat antimikroba. Ukuran partikel TKKS berpengaruh pada daya adsorpsinya, desikan dengan ukuran partikel >120 mesh menunjukkan efisiensi penyerapan tertinggi. Penggunaan Ca2+ juga meningkatkan kapasitas adsorpsi. Proses hidrolisis lignin dengan alkali dapat meningkatkan sifat antibakteri TKKS dengan memecah lignin menjadi monomer-monomer yang lebih sederhana.
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode slurry, yaitu dengan mencampurkan material padat dengan cairan (air atau pelarut) untuk membentuk suspensi atau campuran kental. Desikan yang telah disintesis dianalisis lebih lanjut menggunakan FTIR (Fourier Transform Infrared Spectroscopy) untuk mengamati perubahan struktur kimia material (desikan) selama proses sintesis berlangsung. Perubahan struktur yang teramati khususnya gugus fungsi dari material tersebut hubungannya dengan kemampuan untuk menyerap uap air.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa desikan yang disintesis dengan ukuran partikel >120 mesh dengan penambahan 15 mL larutan Ca(OH)2 menghasilkan desikan dengan kapasitas desikan yang paling besar yaitu 48,41%. Desikan yang vii
disintesis dari serbuk TKKS dengan ukuran partikel 80-120 mesh yang dihirolisis dengan 15 mL larutan Ca(OH)2 menunjukkan aktivitas anti bakteri yang paling kuat. Volume larutan Ca(OH)2 15 mL. Hal ini mengidikasikan bahwa penambahan volume Ca(OH)2 15 mL dan ukuran partikel >120 mesh memiliki penyerapan uap air yang sangat tinggi. Penelitian menunjukkan bahwa TKKS berpotensi sebagai desikan berkelanjutan dengan aktivitas antibakteri dan terdapat perubahan struktur dari hasil karakterisasi FTIR yaitu pengurangan intensitas puncak C=C dan C=O, yang menandakan berkurangnya senyawa lignin. Penambahan larutan Ca(OH)₂ jenuh meningkatkan dan mempersempit vibrasi gugus O-H, mengindikasikan pembentukan ikatan hidrogen yang lebih seragam. Perubahan ini mencerminkan penurunan lignin dan peningkatan homogenitas struktur serat dalam desikan yang dihasilkan.
Description
Reupload file repository 15 April 2026_Ratna
