Peran ”Nyabis” dalam Membentuk Motivasi Spiritual Pelaku UMKM untuk Menghadapi Risiko dan Ketidakpastian di Masa Depan
| dc.contributor.author | Ahmad Sauqi | |
| dc.date.accessioned | 2026-07-20T02:28:12Z | |
| dc.date.issued | 2026-01 | |
| dc.description | Finalisasi 20 Juli 2026_Yudi | |
| dc.description.abstract | Masyarakat kota Jember dikenal sebagai masyarakat yang sangat hormat kepada tokoh agama menghasilkan fenomena yang menarik untuk di teliti, fenomena ini adalah ” Nyabis ”. Keterkaitan perencanan dan nyabis terletak pada persiapan yang matang dalam mengahadapi risiko dan ketidakpastian usaha di masa depan. Researh gap dari sisi informan masyarakat Jember yang sangat hormat kepada tokoh agamadan beragama Islam, dari sisi sumber motivasi spiritual dalam penelitian ini bersumber dari eksternal. Novelty penelitian ini ” Keyakinan nyabis menjadi kunci sukses spiritualitas”. Tujuan penelitian untuk mengetahui tradisi nyabis dapat mempengaruhi motivasi spiritual pelaku UMKM, mengetahui nilai nilai yang terkandung dalam nyabis dapat membantu pelaku UMKM menghadapi risiko dan ketidakpastian, mengetahui bagaimana pelaku UMKM mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal dengan kesuksesan bisnis. Metode penelitian ini kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dilakukan tahun 2023. Teknik pengambilan data dengan triangulasi, Uji validitas dan realibilitas penelitian ini meliputi: Credibility, transferability, dependability dan confirmability. Informan penelitian ini terdiri dari 5 informan kunci dan 14 informan utama. Hasil penelitian menunjukkan pelaku UMKM memutuskan nyabis karena antisipasi masalah, mendapatkan arahan, memiliki daya tarik, mendapatkan barokah doa, meraih kesuksesan, implementasi falsafah Bhuppa' Bhabbhu' Ghuru Rato dan adanya bentuk persaingan tidak sehat. Setelah nyabis mereka merasakan hati tenang, semangat ibadah dan bekerja dan hati bahagia. Tindakan mereka setelah nyabis adalah berperilaku baik, menjaga kualitas dan layanan, optimis menghadapi persaingan dan termotivasi mencari ide baru. Pelaku UMKM ini berterus terang saat nyabis, mereka melakukan nyabis kepada kyai pemilik pesantren, guru ngaji rumahan, kyai pemimpin manaqiban. Mereka memberikan uang kepada Kyai sebagai bentuk rasa terima kasih dan shodaqoh. Pelaku UMKM memaknai nyabis sebagai bagian dari silaturrahmi kepada kyai guna mendapatkan barokah do`a dan arahan, hal ini mereka lalukan sebagai bentuk perencanaan matang antisipasi masalah dalam menghadapi risiko dan ketidakpastian di masa depan. | |
| dc.description.sponsorship | Prof. Dr. Raden Andi Sularso, MSM. Prof. Dr. Elok Sri Utami, M.Si Dr. Mochammad Farid Afandi, S.E., M.Si. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/11506 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Ekonomi dan Bisnis | |
| dc.subject | Perencanaan | |
| dc.subject | Pelaku | |
| dc.subject | UMKM | |
| dc.subject | Nyabis | |
| dc.subject | Spiritual | |
| dc.title | Peran ”Nyabis” dalam Membentuk Motivasi Spiritual Pelaku UMKM untuk Menghadapi Risiko dan Ketidakpastian di Masa Depan | |
| dc.type | Other |
