Analisis Kandungan Protein dan Daya Terima Puding Kurma (Phoenix daktilifera L.) dengan Penambahan Edamame (Glycin max L Merrill) untuk Pencegahan KEK
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Abstract
Kekurangan Energi kronis merujuk pada keadaan gizi dimana wanita usia
subur mengalami defisiensi energi dan protein dalam jangka yang lama atau
berkelanjutan. Salah salah satu risiko terjadinya KEK pada WUS yaitu stunting
pada anak yang akan dilahirkan. Kejadian KEK pada Wanita Usia Subur yang
masih tinggi diperlukan adanya upaya untuk mencegah terjadinya KEK pada
WUS. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan inovasi makanan
seperti cemilan sehat. Salah satu cemilan/selingan yang disukai oleh masyarakat
contohnya yaitu puding. Puding merupakan suatu hidangan penutup yang
memiliki karakteristik tekstur yang lembut dan rasa yang manis. Pengolahan
puding yang mudah menjadikan puding dapat dikreasikan dengan penambahan
bahan seperti buah kurma yang bertujuan untuk memberikan rasa manis pada
puding secara alami dikarenakan tinggi energi yaitu 343 kkal yang sebagian besar
didukung oleh kandungan karbohidrat yang terkandung sebanyak 70% terutama
sebagai fruktosa dan glukosa. Kekurangan Energi Kronis pada WUS
membutuhkan makanan yang tinggi protein, namun protein pada buah kurma
masih tergolong rendah yaitu per 100 g hanya terkandung 3 g sehingga diperlukan
penambahan kandungan protein di dalamnya. Salah satu sumber protein yang
dapat ditambahkan ke dalam puding yaitu kacang-kacangan seperti kedelai
edamame. Edamame memiliki kandungan protein yang tinggi yaitu sebanyak 11,9
gram/100 gram. Edamame merupakan jenis kedelai yang sering dijumpai di
Indonesia terutama di daerah Jember. Berdasarkan hal tersebut pembuatan puding
kurma dengan penambahan edamame diharapkan bisa menjadi upaya dalam
pencegahan KEK pada WUS masa prakonsepsi. Tujuan dari penelitian ini yaitu
untuk menganalisis kandungan protein dan daya terima puding kurma dengan penambahan edamame dengan proporsi penambahan X0 sebanyak 0 g, X1
sebanyak 20 g, X2 sebanyak 40 g, dan X3 sebanyak 60 g.
Jenis penelitian ini yaitu true eksperimental dengan rancangan post-test
only control group. Penelitian ini melibatkan 30 panelis wanita usia subur usia 15
19 tahun di SMAN 1 Jember. Pelaksanaan uji kandungan protein dilakukan di
Laboratorium Analisis Pangan Politeknik Negeri Jember. Prosedur penelitian
dimulai dengan pembuatan puding kurma dengan penambahan edamame dengan
4
taraf perlakuan, kemudian dilanjutkan dengan uji kandungan protein
menggunakan metode Kjeldahl dan dilanjutkan uji daya terima meliputi warna,
rasa, aroma, dan tekstur kepada panelis. Analisis data uji kandungan protein
menggunakan uji Anova dan dilanjutkan uji Post Hoc Tukey, sedangkan uji daya
terima menggunakan uji Friedman dan Uji Wilcoxon Sign Rank Test.
Hasil analisis kandungan protein pada puding kurma dengan penambahan
edamame pada masing-masing perlakuan yaitu X0 = 3,22 g/100g, X1 = 5,14
g/100 g, X2 = 7,76 g/100 g, X3 = 9,87 g/100 g. Terjadi peningkatan kandungan
protein seiring bertambahnya edamame pada puding kurma. Terdapat perbedaan
yang signifikan pada uji daya terima puding kurma dengan penambahan edamame
pada tiap parameter warna, rasa, aroma, dan tekstur. Puding kurma yang paling
disukai dari segi warna, rasa, dan aroma yaitu X0, sedangkan puding kurma dari
parameter tekstur yaitu X2. Formulasi puding kurma terbaik dari 4 taraf perlakuan
berdasarkan Metode Perbandingan Eksponensial (MPE) yaitu X2 dengan
penambahan edamame sebesar 40 g. Berdasarkan perhitungan kecukupan protein
pada formulasi X2 per cup puding (80 g) mengandung protein sebesar 6,22 g,
sehingga untuk memenuhi kecukupan protein pada Wanita Usia Subur (WUS)
usia 15-19 tahun direkomendasikan mengkonsumsi puding kurma sebanyak 1 cup
setiap 1 kali makan selingan. Produk penelitian ini diharapkan dapat menjadi
usulan PMT pada posyandu remaja sehingga menjadi alternatif cemilan sehat
untuk mencegah KEK bagi WUS. Selain itu, perlu dilakukan penelitian lebih
lanjut terkait formulasi untuk meningkatkan daya terima terima terhadap warna,
rasa puding, dan penurunan aroma langu pada puding kurma.
Description
Reupload File Repository 23 Februari 2026_Yudi/Rega
