Peningkatan Ketahanan Padi Cempo Ireng dengan Induksi Bio-Catharantin dan Heat shock terhadap Stres Salinitas
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Abstract
Padi hitam (Oryza sativa) Cempo Ireng merupakan varietas lokal yang
berpotensi besar untuk dikembangkan sebagai sumber pangan fungsional yang
mendukung kesehatan, karena mengandung komponen aktif yaitu antosianin.
Antosianin berfungsi sebagai antioksidan yang dapat mencegah kanker,
menurunkan kadar kolesterol darah dan risiko arteriosklerosis. Padi hitam (Oryza
sativa) Cempo Ireng memiliki kandungan antosianin yang tinggi dibanding varietas
lainnya, namun produktivitasnya lebih rendah. Selain itu, keberlanjutan produksi
padi hitam (Oryza sativa) Cempo Ireng juga mengalami ancaman global seperti
meluasnya lahan salin akibat perubahan iklim. Cekaman salinitas dapat
mengganggu pertumbuhan dan produksi padi karena menyebabkan toksisitas ion,
cekaman osmotik dan stres oksidatif, sehingga diperlukan upaya pemuliaan untuk
memperoleh varietas tanaman yang lebih toleran terhadap cekaman salinitas dan
lebih efisien dalam penggunaan air.
Salah satu upaya pemuliaan tanaman yang potensial yaitu poliploidisasi atau
penggandaan jumlah kromosom menggunakan Bio-Catharantin. Senyawa BioCatharantin akan mengganggu proses pembentukan benang spindel saat
pembelahan sel, sehingga menyebabkan kromosom gagal terdistribusi ke arah
berlawanan dan menghasilkan sel poliploid. Tanaman poliploid biasanya
menunjukkan karakter morfologi dan fisiologi yang lebih unggul, seperti ukuran
organ lebih besar dan lebih tahan terhadap cekaman abiotik. Induksi poliploid yang
dikombinasi dengan heat shock diduga dapat mempermudah penetrasi senyawa
Bio-Catharantin ke dalam sel, serta dapat meningkatkan ketahanan tanaman
terhadap berbagai stres abiotik dan biotik. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui
ketahanan padi hitam (Oryza sativa) Cempo Ireng yang diinduksi Bio-Catharantin
dengan heat shock (40°C) terhadap cekaman salinitas.
Penelitian ini dilakukan dengan menginduksi padi (Oryza sativa) Cempo
Ireng dalam larutan Bio-Catharantin konsentrasi 0; 2,5; 5; 7,5; dan 10% dengan
kombinasi heat shock suhu 40°C. Setelah itu, padi (Oryza sativa) Cempo Ireng
ditanam dan dihitung daya perkecambahannya. Kemudian dipindah ke media
hidroponik, diukur pertumbuhan dan laju transpirasinya. Padi (Oryza sativa)
Cempo Ireng kombinasi Bio-Catharantin dan heat shock yang masih adaptif
kemudian diberi perlakuan salinitas konsentrasi 0, 50, 75, dan 100 mM/L selama 7
hari. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan, laju transpirasi, ukuran
stomata, suhu daun (inframerah), indeks klorofil (SPAD), dan kadar klorofil
spektrofotometer. Data kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon (p < 0,05)
dan divisualisasikan dengan box-and-whisker plot.
Hasil penelitian menunjukkan induksi Bio-Catharantin dengan heat shock
suhu 40°C mempengaruhi daya perkecambahan, laju transpirasi, dan pertumbuhan
padi (Oryza sativa) Cempo Ireng. Peningkatan konsentrasi Bio-Catharantin
berpengaruh terhadap penurunan daya perkecambahaan, sedangkan perlakuan heat
shock tidak mempengaruhi penurunan daya perkecambahan padi (Oryza sativa)
Cempo Ireng. Laju transpirasi menunjukkan respon yang bervariasi dengan laju
transpirasi terendah pada perlakuan Bio-Catharantin konsentrasi 10% tanpa heat
shock, sedangkan rerata laju transpirasi tertinggi pada konsentrasi 5% dengan heat
shock. Pertumbuhan terbaik terjadi pada kombinasi Bio-Catharantin tinggi (10%)
dengaan heat shock, sedangkan perlakuan lainnya sebagian besar tidak
menunjukkan penurunan pertumbuhan yang signifikan dibanding kontrol.
Padi (Oryza sativa) Cempo Ireng hasil induksi kombinasi Bio-Catharantin
dan heat shock yang diberi perlakuan salinitas menunjukkan respon peningkatan
pertumbuhan yang tidak berbeda jauh, kecuali pada konsentrasi 50 mM/L
menunjukkan penurunan pertumbuhan. Secara fisiologis menunjukkan respon
terjadi penurunan rerata laju transpirasi dan ukuran stomata, sedangkan suhu daun
dan sebagian besar kandungan klorofil meningkat (SPAD dan spektrofotometer).
Berdasarkan hasil analisis PCA diketahui bahwa parameter pertumbuhan dan
adaptasi fisiologis padi (Oryza sativa) Cempo Ireng hasil induksi Bio-Catharantin
dan heat shock dipengaruhi oleh ukuran stomata.
Description
Validasi file repositori 01 Juli 2026_Firli
