Perlindungan Hukum Karya Cipta Gambar Hasil Kecerdasan Artifisial : Studi Perbandingan Indonesia Dengan China dan Australia
| dc.contributor.author | Dwi Arum Kafrida Puspita | |
| dc.date.accessioned | 2026-09-07T08:51:38Z | |
| dc.date.issued | 2026-07-31 | |
| dc.description | Falidasi Rudy K | |
| dc.description.abstract | Pesatnya perkembangan teknologi telah berpengaruh dalam berbagai bidang termasuk dalam penciptaan karya seni rupa seperti gambar. Karya yang awalnya dibuat secara manual, kini bisa dibuat secara otomatis melalui kecerdasan buatan (AI). Ketika suatu karya dibuat secara otomatis, maka karya tersebut umumnya tidak dapat dilindungi hak cipta, namun permasalahan muncul ketika manusia menggunakan AI sebagai alat bantu untuk mewujudkan ide dan konsep kreatifnya. Undang-Undang No.28 Tahun 2014 belum mengatur secara eksplisit mengenai hal tersebut, berbeda dengan praktik dinegara lain seperti China dan Australia yang mulai mengakomodasi karya AI secara luas. Berdasarkan hal tersebut, rumusan masalah yang ingin dikaji dalam penelitian ini yaitu bagaimana pengaturan hukum karya cipta yang dihasilkan oleh AI dan bentuk perlindungan hukumnya di Indonesia, China dan Australia. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan perbandingan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hingga saat ini Indonesia belum mengatur secara spesifik mengenai karya cipta gambar yang dihasilkan oleh AI. Undang-Undang Hak Cipta No.28 Tahun 2014 pada dasarnya masih mengatur mengenai karya cipta yang dihasilkan oleh manusia sebagai pencipta. Di China, Undang-Undang RRC juga belum mengatur secara spesifik mengenai karya cipta yang dihasilkan oleh AI, tetapi pemerintah telah membentuk beberapa regulasi khusus yang berkaitan dengan AI. Sedangkan Australia, masih berpedoman pada Undang-Undang 1968 yang masih mensyaratkan adanya pencipta manusia sebagai dasar perlindungan. Berkaitan dengan perlindungan hukum, di Indonesia perlindungan terhadap karya cipta gambar yang dihasilkan oleh AI masih mengacu pada Undang-Undang No.28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, serta Surat Edaran Menteri Komunikasi dan Informatika No.9 Tahun 2023 tentang Etika Kecerdasan Artifisial. Di China, perlindungan diberikan melalui beberapa regulasi khusus mengenai AI serta didukung oleh putusan pengadilan yang telah mengakui adanya perlindungan terjadap karya cipta gambar yang dihasilkan oleh AI, sedangkan Australia tetap berpedoman pada Undang-Undang 1968 yang pada prinsipya mensyaratkan keterlibatan manusia dalam proses penciptaan sebagai dasar untuk memperoleh perlindungan hak cipta. | |
| dc.description.sponsorship | Dr.Nuzulia Kumala Sari, S.H., M.H. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/14773 | |
| dc.language.iso | Other | |
| dc.publisher | Fakultas Hukum | |
| dc.subject | Perlindungan Hukum | |
| dc.subject | Hak Cipta | |
| dc.subject | AI | |
| dc.subject | Gambar | |
| dc.title | Perlindungan Hukum Karya Cipta Gambar Hasil Kecerdasan Artifisial : Studi Perbandingan Indonesia Dengan China dan Australia | |
| dc.type | Other |
Files
Original bundle
1 - 5 of 6
Loading...
- Name:
- 220710101249 - DWI ARUM KAFRIDA PUSPITA - BAGIAN DEPAN.pdf
- Size:
- 566.04 KB
- Format:
- Adobe Portable Document Format
Loading...
- Name:
- 220710101249 - DWI ARUM KAFRIDA PUSPITA - BAB 1.pdf
- Size:
- 451.13 KB
- Format:
- Adobe Portable Document Format
Loading...
- Name:
- 220710101249 - DWI ARUM KAFRIDA PUSPITA - BAB 2.pdf
- Size:
- 507.08 KB
- Format:
- Adobe Portable Document Format
Loading...
- Name:
- 220710101249 - DWI ARUM KAFRIDA PUSPITA - BAB 3.pdf
- Size:
- 516.11 KB
- Format:
- Adobe Portable Document Format
Loading...
- Name:
- 220710101249 - DWI ARUM KAFRIDA PUSPITA - BAB 4.pdf
- Size:
- 358.99 KB
- Format:
- Adobe Portable Document Format
License bundle
1 - 1 of 1
Loading...
- Name:
- license.txt
- Size:
- 1.71 KB
- Format:
- Item-specific license agreed to upon submission
- Description:
