Uji Ex Vivo dan in Silico Ekstrak Metanol Daun Keji Beling (Strobilanthes Crispa (L.) Blume) sebagai Antimalaria

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Farmasi

Abstract

Malaria merupakan salah satu penyakit berbahaya yang dapat mengancam nyawa manusia, dimana penyakit ini disebabkan oleh parasit Plasmodium sp. yang menginfeksi nyamuk Anopheles betina. Terjadi peningkatan kasus malaria baik secara global maupun nasional pada tahun 2022-2023, dimana peningkatan jumlah kasus ini menyebabkan semakin tinggi pula penggunaan obat antimalaria untuk mengatasi masalah tersebut. Selain penggunaan obat modern dan vaksin, masyarakat juga tidak jarang memanfaatkan bahan dari alam seperti tumbuhan untuk mengatasi masalah malaria. Tumbuhan keji beling (Strobilanthes crispa (L.) Blume) merupakan salah satu tumbuhan yang tercatat dalam RISTOJA (Riset Tumbuhan Obat dan Jamu) pernah dimanfaatkan oleh etnis Bolaang Uki di Sulawesi Utara untuk mengatasi masalah malaria. Namun, pemanfaatan S. crispa sebagai salah satu sumber obat antimalaria belum banyak diteliti. Oleh karena itu, penelitian ini membuktikan efektivitas S. crispa dalam membunuh parasit penyebab malaria atau aktivitas antiplasmodialnya dengan pengujian secara ex vivo pada mencit galur Balb/C yang diinfeksi Plasmodium berghei wild type serta secara in silico melalui metode docking moleculer pada lima protein target antimalaria seperti 8CDQ, 7SXL, 3I65, 2PT9, dan 1CET. Pengujian secara ex vivo memberikan hasil bahwa ekstrak daun keji beling memiliki nilai % inhibisi terhadap Plasmodium berghei sebesar 35,46%. Meskipun % inhibisi ekstrak metanol daun keji beling lebih kecil dibandingkan dengan kontrol positif pirimetamin (87,5%), namun berdasarkan senyawa-senyawa yang terdeteksi didalamnya, ekstrak metanol daun keji beling secara umum tetap dapat dijadikan kandidat untuk terapi antimalaria dengan penelitian lebih lanjut terkait senyawa yang bertanggung jawab terhadap aktivitasnya sebagai antimalaria. Pengujian in silico senyawa metabolit sekunder dalam daun keji beling (S. crispa) yang telah dianalisis menggunakan GC-MS memperoleh hasil yaitu sebagian besar senyawa tersebut memiliki nilai binding affinity lebih baik dibandingkan dengan kontrol positif klorokuin pada masing-masing protein target, dimana 10 senyawa yang diketahui memiliki nilai binding affinity terbaik didominasi oleh senyawa golongan terpenoid.

Description

Reupload File Repositori 4 Februari 2026_Yudi/Rega

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By