Multiplikasi Tunas Kunyit Hitam (Kaempfaria parviflora) secara In Vitro Menggunakan Hormon Indole Butryic Acid (IBA) dan Benzyl Amino Purine (BAP) 

Abstract

Kunyit hitam (Kaempferia parviflora) merupakan tanaman rempah dan obat yang memiliki nilai ekonomi tinggi serta mengandung berbagai senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan. Namun, perbanyakan tanaman ini secara konvensional masih menghadapi berbagai kendala, seperti laju perbanyakan yang lambat, masa dormansi rimpang, serta tingginya risiko penularan penyakit melalui bahan tanam. Oleh karena itu, teknik kultur jaringan menjadi salah satu alternatif untuk menghasilkan bibit dalam jumlah banyak, seragam, dan bebas penyakit. Keberhasilan multiplikasi tunas secara in vitro sangat dipengaruhi oleh penggunaan zat pengatur tumbuh, terutama sitokinin Benzyl Amino Purine (BAP) dan auksin Indole Butyric Acid (IBA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi BAP dan IBA, pengaruh konsentrasi BAP, serta pengaruh konsentrasi IBA terhadap multiplikasi tunas kunyit hitam secara in vitro. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Ekofisiologi dan Kultur Jaringan Program Studi Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Jember menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dua faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi IBA yang terdiri atas 0,5 ppm, 1 ppm, dan 1,5 ppml, sedangkan faktor kedua adalah konsentrasi BAP yang terdiri atas 2 ppm, 3 ppm, dan 4 ppm. Kedua faktor dikombinasikan menjadi sembilan perlakuan dengan tiga ulangan sehingga diperoleh 27 satuan percobaan. Parameter yang diamati meliputi kedinian tunas, jumlah tunas, persentase eksplan bertunas, kedinian akar, jumlah akar, dan persentase eksplan berakar. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), kemudian dilanjutkan dengan uji Tukey taraf 5% apabila terdapat pengaruh nyata.

Description

Finalisasi oleh agus/Agustus 2026

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By