Identifikasi Kelimpahan Mikroplastik Pada Instalasi Pengolahan Air Tegal Besar Unit Dua Dan Unit Tiga, Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Sampah plastik menjadi salah satu masalah utama karena tidak dapat
terurai secara alami, sehingga dapat berdampak buruk bagi manusia dan
lingkungan. Plastik yang terurai akan menjadi partikel kecil yang disebut
mikroplastik, yang dapat mencemari perairan dan masuk ke tubuh manusia
melalui konsumsi air yang terkontaminasi. Penelitian sebelumnya menemukan
adanya mikroplastik di Sungai Bedadung, Kabupaten Jember, yang menjadi
sumber utama air baku Instalasi Pengolahan Air (IPA) Tegal Gede dan Tegal
Besar untuk kebutuhan masyarakat.
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kelimpahan dan karakteristik
mikroplastik pada unit 2 dan unit 3 IPA Tegal Besar. Data dikumpulkan melalui
proses pengambilan sampel air, ekstraksi, pengamatan menggunakan mikroskop
Olympus, serta uji Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR). Kelimpahan
mikroplastik dihitung secara manual dan dianalisis menggunakan regresi Poisson
untuk melihat hubungan parameter air seperti suhu, pH, dan kekeruhan terhadap
mikroplastik.
Hasil penelitian menunjukkan variasi kelimpahan mikroplastik dengan
ukuran dominan 1-50 μ𝑚, bentuk terbanyak berupa foam, serta warna dominan
hitam. Jenis polimer yang paling banyak ditemukan adalah Polypropylene (PP)
dan Polyvinyl Chloride (PVC). Hubungan parameter kualitas air terhadap
kelimpahan mikroplastik yang dianalisis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa
suhu, nilai pH, dan kekeruhan mempengaruhi kelimpahan mikroplastik dengan
p-value < 0,05 dan berhubungan secara non-linear.
Description
Reupload Repositori File 27 Januari 2026_Kholif Basri
