Optimasi Komposisi Basis Lemak Sawit dan Akuades dalam Losion Diphenhydramine Hydrochloride

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Farmasi

Abstract

Lemak sawit merupakan basis nabati dari campuran palm kernel oil terhidrogenasi dan palm kernel stearin terhidrogenasi yang mengandung trigliserida, kombinasi gliserol dan asam lemak. Kandungan dalam lemak sawit diantaranya asam laurat, asam mistirat, asam oleat, dan asam palmitat (Efendy dkk, 2019). Lemak sawit banyak digunakan formulasi sediaan farmasi. Lemak sawit dapat digunakan sebagai basis dalam sediaan losion dan dapat memberikan efek emolien. Lemak sawit berwarna putih dan padat seperti lilin (Sheskey dkk, 2017). Lemak sawit menunjukkan sifat non-iritan, tidak toksik, inert, dapat meningkatkan hidrasi kulit, dan kompatibel dengan berbagai obat, bahan aktif sintetik, bahan kimia, organik maupun alami (keng dkk, 2009). Berdasarkan potensi yang dimiliki, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai basis lemak sawit. Oleh kerena itu, dilakukan optimasi komposisi basis lemak sawit dan akuades pada sediaan losion diphenhydramine hydrochloride dengan metode Simplex Lattice Design, sehingga didapatkan formula yang optimum dalam dari karakteristik fisik dan evaluasi sediaan. Komposisi basis lemak sawit dan akuades yang akan diteliti adalah F1 (lemak sawit 20% dan akuades 72,71%), F2(lemak sawit 27,5% dan akuades 65,21%), dan F3 (lemak sawit 35% dan akuades 57,71%). Sediaan dievaluasi untuk mendapatkan formula yang optimum. Faktor respon yang diamati dalam optimasi meliputi nilai pH, daya sebar, viskositas, dan laju pelepasan obat sedangkan evaluasi karakteristik fisik adalah uji organoleptik, uji homogenitas, uji stabilitas, dan uji tipe emulsi losion. Karakteristik fisik kombinasi lemak sawit dan akuades pada sediaan losion diphenhydramine hydrochloride memberikan hasil yang homogen, stabil, dan termasuk tipe emulsi M/A (minyak dalam air). Perbedaan komposisi lemak sawit dan akuades dalam sediaan losion diphenhydramine hydrochloride memberikan pengaruh dalam karakteristik fisik dan respon. Semakin tinggi konsentrasi lemak sawit semkain tinggi konsistensi sediaan. Hal ini akan berpengaruh pada daya sebar, viskositas, stabilitas, pH, fluks pelepasan. Konsentrasi lemak sawit yang tinggi akan menyebabkan tinggi nya nilai viskositas dan rendah nya daya sebar serta nilai fluks pelepasan. Lemak sawit bersifat basa, sehingga semakin tinggi konsentrasi lemak sawit akan meningkatkan nilai pH. Komposisi optimum lemak sawit dan akuades diperoleh pada konsentrasi lemak sawit 28,80% dan akuades 63,91% dengan respon pH 4,87; daya sebar 7,00 cm, viskositas 3497 mPas, fluks pelepasan 214,49 µg/cm2menit1/2 dengan nilai desirability sebesar 0,938.

Description

Reaploud Repository February_agus

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By