Analisis Hubungan Kelelahan Kerja dengan Kecelakaan Kerja pada Pekerja Bekisting PT. Pembangunan Perumahan (Studi Kasus: Proyek Pelebaran Ruas Jalan Tol Surabaya–Gempol)
| dc.contributor.author | Farid Ridho Agustiar | |
| dc.date.accessioned | 2026-10-23T07:29:43Z | |
| dc.date.issued | 2026-10-08 | |
| dc.description | Finalisasi Maya_23 Oktober 2026 | |
| dc.description.abstract | Kelelahan kerja merupakan salah satu faktor yang berkaitan dengan kejadian kecelakaan kerja. Kelelahan mengakibatkan penurunan kemampuan fisik dan memperlambat refleks. Data BPJS Ketenagakerjaan tahun 2023, kecelakaan kerja di sektor konstruksi menyumbang 31,9% dari semua kecelakaan kerja yang dilaporkan. Pekerjaan bekisting merupakan salah satu proses pekerjaan konstruksi pada PT. PP. Pada pekerja bekisting, kecelakaan kerja dapat dipengaruhi oleh faktor karakteristik individu seperti usia, pendidikan, riwayat penyakit, dan penggunaan APD serta faktor pekerjaan seperti masa kerja dan pelatihan K3. Pekerja bekisting berpotensi mengalami kelelahan akibat dari pekerjaan yang dilakukan manual dan gerakan berulang. Studi pendahuluan menunjukkan 6 dari 10 pekerja bekisting mengalami kecelakaan kerja dalam 1 tahun terakhir. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kelelahan kerja dengan kecelakaan kerja pada pekerja bekisting pada PT.PP proyek pelebaran ruas jalan tol SurabayaGempol. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik dan desain cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di PT.PP proyek pelebaran tol Surabaya-Gempol pada bulan Juni hingga Agustus 2026. Populasi penelitian sejumlah 112 responden dan diperoleh sampel sebanyak 90 responden. Variabel dependen penelitian ini yaitu kecelakan kerja, sedangkan variabel independen meliputi usia, pendidikan, riwayat penyakit, penggunaan APD, masa kerja dan pelatihan K3. Pengumpulan data menggunakan kuesioner alat ukur perasaan kelelahan kerja (KAUPK2) yang telah teruji valid dan reliabel. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan Spearman dan Chi-Square. Hasil penelitian diperoleh mayoritas responden pada kelompok usia 31-40 tahun (46,7%), menempuh pendidikan SMA/SMK (75,6%), tidak memiliki riwayat penyakit (66,7%), menggunakan APD lengkap (76,7%), memiliki masa kerja >5 tahun (93,3%), tidak pernah mengikuti pelatihan K3 (83,3%), kelelahan kerja tingkat lelah (70%), serta tingkat keparahan kecelakaan minor (54,4%). Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pendidikan (p = 0,045), riwayat penyakit (p = 0,001), dan kelelahan kerja (0,001) dengan kecelakaan kerja. Namun, tidak terdapat hubungan sgnifikan antara usia (p = 0,125), pengunaan APD (p = 0,068), masa kerja (p = 0,859), dan pelatihan K3 (p = 0,454) dengan kecelakaan kerja pada pekerja bekisting. Pekerja dalam usia produktif memiliki kekuatan fisik yang memadai, dengan pendidikan terakhir menengah hingga atas dapat mempermudah penerimaan instruksi kerja. Riwayat penyakit dapat menurunkan kemampuan fisik pekerja. Pekerja menggunakan APD secara lengkap, namun tetap berpotensi mengalami kecelakaan kerja. Masa kerja hanya menggambarkan lamanya bekerja, tapi tidak mencerminkan kualitas pengalaman. Pelatihan TKBT dan hot work masih sedikit diikuti oleh pekerja. Mayoritas pekerja mengalami kelelahan tingkat lelah, semakin tinggi tingkat kelelahan maka semakin tinggi potensi terjadinya kecelakaan kerja dan dampak yang lebih besar. Kesimpulan penelitian ini adalah mayoritas pekerja mengalami kelelahan kerja tingkat lelah dan kecelakaan kerja tingkat minor. Faktor yang berhubungan dengan kecelakaan kerja yaitu pendidikan, riwayat penyakit, dan kelelahan kerja, sedangkan usia, penggunaan APD, masa kerja, dan pelatihan K3 tidak menunjukkan hubungan dengan kecelakaan kerja. Saran yang diberikan yaitu pengecekan kondisi fisik sebelum bekerja, penggunaan APD secara lengkap, pemberian kompetensi pelatihan K3, serta melakukan penelitian lanjutan mengenai faktor lain yang berpotensi mempengaruhi kecelakaan kerja dan juga menggunakan alat ukur objektif seperti reaction timer. | |
| dc.description.sponsorship | Kurnia Ardiansyah Akbar S.KM., M.KKK., Ph.D. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/15750 | |
| dc.language.iso | Other | |
| dc.publisher | Fakultas Kesehatan Masyarakat | |
| dc.subject | Kelelahan Akibat Pekerjaan | |
| dc.subject | Kecelakaan Kerja | |
| dc.subject | Pekerja Konstruksi | |
| dc.subject | Bekisting | |
| dc.title | Analisis Hubungan Kelelahan Kerja dengan Kecelakaan Kerja pada Pekerja Bekisting PT. Pembangunan Perumahan (Studi Kasus: Proyek Pelebaran Ruas Jalan Tol Surabaya–Gempol) | |
| dc.type | Other |
Files
Original bundle
1 - 5 of 7
Loading...
- Name:
- 242110101215 - FARID RIDHO AGUSTIAR - BAGIAN DEPAN.pdf
- Size:
- 779.45 KB
- Format:
- Adobe Portable Document Format
Loading...
- Name:
- 242110101215 - FARID RIDHO AGUSTIAR - BAB 1.pdf
- Size:
- 372.64 KB
- Format:
- Adobe Portable Document Format
Loading...
- Name:
- 242110101215 - FARID RIDHO AGUSTIAR - BAB 2.pdf
- Size:
- 512.79 KB
- Format:
- Adobe Portable Document Format
Loading...
- Name:
- 242110101215 - FARID RIDHO AGUSTIAR - BAB 3.pdf
- Size:
- 390.27 KB
- Format:
- Adobe Portable Document Format
Loading...
- Name:
- 242110101215 - FARID RIDHO AGUSTIAR - BAB 4.pdf
- Size:
- 429.01 KB
- Format:
- Adobe Portable Document Format
License bundle
1 - 1 of 1
Loading...
- Name:
- license.txt
- Size:
- 1.71 KB
- Format:
- Item-specific license agreed to upon submission
- Description:
