Hubungan Self-compassion terhadap Kualitas Hidup Ibu Postpartum di Wilayah Kerja Puskesmas Jelbuk Jember

dc.contributor.authorNatasya Dwi Anjelina
dc.date.accessioned2026-04-07T06:52:36Z
dc.date.issued2025-06-13
dc.descriptionReupload file repository 7 April 2026_Ratna
dc.description.abstractPostpartum disebut juga sebagai masa transisi yang mana dapat mempengaruhi kualitas hidup ibu. Pada masa ini, ibu mengalami berbagai tantangan yang dapat menganggu adaptasi ibu selama masa postpartum sehingga dapat menganggu kualitas hidup ibu postpartum. Dimana harusnya kualitas hidup ibu postpartum menggambarkan persepsi dan kepuasan terhadap kesehatan, meliputi aspek perceived support, sexual relationship, bonding with newborm, breastfeeding and newborn care, dan transition period. Salah satu faktor yang dapat meningkatkan kualitas hidup yaitu faktor internal berupa self-compassion. Self-compassion merupakan penerimaan diri dengan tidak mengkritik atau menghakimi suatu kegagalan, penderitaan, ataupun kekurangan. Self-compassion yang tinggi ditandai dengan 3 aspek positif yaitu self-kindness, common humanity, dan mindfulness. Ibu postpartum dengan self-compassion lebih mampu untuk mengahadapi tantangan dan mengelola emosi sehingga mampu untuk mengahadapi penderitaan selama masa postpartum. Dengan demikian, ibu dengan self-compassion yang tinggi diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup ibu postpartum. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Jelbuk dengan desain penelitian kuantitatif korelasional menggunakan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel dalam penelitian sebanyak 47 responden dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumen atau alat ukur yang digunakan dalam penelitian yaitu Self-compassion Scale (SCS) dan Maternal Postpartum Quality of Life Instrument (MPQOL-I) untuk mengukur tingkat self-compassion dan kualitas hidup ibu postpartum. Analisa data bivariat menggunakan uji chi-square untuk mengetahui hubungan self-compassion dengan kualitas hidup ibu postpartum serta arah dan kekuatan hubungan. Hasil dari penelitian ini sebagian besar ibu berusia 20-35 tahun sebanyak 40 orang (85,1%). Pendidikan terakhir ibu postpartum sebagian besar pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sebanyak 18 orang (38,3%) dan sebagian besar tidak bekerja atau sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT) sebanyak 40 orang (85,1%). Pendapatan keluarga ibu postpartum sebagian besar dibawah Upah Minimum Regional (UMR) sebanyak 31 orang (66,0%). Persalinan ibu postpartum sebagian besar normal sebanyak 37 orang (78,7%) dengan jumlah partus sebagian besar ibu multipara sebanyak 28 orang (59,6%). Sebagian besar ibu postpartum memiliki tingkat self-compassion tinggi sebanyak 30 orang (63,8%) dan sebagian besar memiliki kualitas hidup yang tinggi sebanyak 30 orang (63,8%). Hasil uji korelasi kedua variabel menunjukkan p-value<0,05 dengan nilai OR 12,000. Kualitas hidup ibu postpartum yang tinggi ditandai dengan tingginya kelima aspek kualitas hidup dan 3 aspek positif self-compassion yaitu self-kindness, common humanity, dan mindfulness. Sebaliknya ibu postpartum dengan kualitas hidup yang rendah ditandai dengan 3 aspek negatif self-compassion yaitu self-judgement, isolation, dan over-identification. Pada hasil penelitian, aspek positif self-compassion paling tinggi ditunjukkan oleh self-kindness dan aspek kualitas hidup paling tinggi ditunjukkan oleh perceived support. Dimana ibu yang merasakan penderitaan dapat bersikap baik dan lembut pada dirinya sendiri sehingga ibu akan lebih mudah menerima dukungan berupa rasa perhatian yang diberikan suami sehingga akan akan mempengaruhi tingginya kualitas hidup ibu selama masa postpartum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara self-compassion terhadap kualitas hidup ibu postpartum di wilayah kerja Puskesmas Jelbuk Jember. Peneliti beropini bahwa ibu postpartum yang memiliki self-compassion atau penerimaan diri dan tidak mengkritik penderitaan yang dialami selama masa postpartum maka memiliki kualitas hidup yang tinggi. Dengan adanya hubungan tersebut maka dapat dibuat komunitas bagi ibu untuk memantau kondisi ibu selama kehamilan, persalinan, dan postpartum sehingga dapat memprediksi kualitas hidup ibu postpartum.
dc.description.sponsorshipDPU : Ns. Dini Kurniawati, S. Kep., M.Kep., Sp.Kep.Mat DPA : Ns. Rafika Nurul Aini, S.Kep., M.Kep
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/6467
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Keperawatan
dc.subjectSelf-compassion
dc.subjectKualitas Hidup ibu
dc.subjectPostpartum
dc.titleHubungan Self-compassion terhadap Kualitas Hidup Ibu Postpartum di Wilayah Kerja Puskesmas Jelbuk Jember
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
NATASYA DWI ANJELINA - 212310101028.pdf
Size:
3.01 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description:

Collections