Dukungan Sosial Keluarga pada Penyandang Disabilitas Intelektual (Studi Kasus di Desa Karangpatihan, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Abstract
Disabilitas intelektual merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan
keterbatasan pada fungsi intelektual dan fungsi adaptif. Pada tahun 2020, angka
kasus penyandang disabilitas sebanyak 1.296.781 orang dan 16,93% diantaranya
adalah penyandang disabilitas intelektual yang merupakan ragam disabilitas kedua
terbanyak di Indonesia (Kemensos RI, 2021). Penyandang disabilitas merupakan
salah satu kelompok yang memiliki permasalahan, seperti pandangan negatif dari
lingkungan, adanya stigma, serta perilaku diskriminasi. Permasalahan disabilitas
intelektual terjadi di Desa Karangpatihan, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo
yang mendapat sebutan sebagai Kampung Idiot. Istilah ini muncul pada tahun 2008
karena banyaknya penyandang disabilitas intelektual di daerah tersebut.
Penyandang disabilitas intelektual mempunyai tantangan dan hambatan untuk
menjadi insan yang mandiri layaknya orang pada umumnya. Keterbatasan yang
dimilikinya membuat mereka dianggap tidak berguna di masyarakat dan banyak
terjadi diskriminasi (Kurniawan et al., 2020). Hal tersebut menjadikan penyandang
disabilitas terus dilihat sebagai beban keluarga maupun lingkungan desa ini
(Susanto, 2021). Kondisi geografis, faktor kemiskinan, dan rendahnya tingkat
pendidikan di desa ini juga menyebabkan permasalahan pada pola hidup
(Wulandari et al., 2019). Kondisi-kondisi seperti inilah yang memperparah
kehidupan sosial, ekonomi, psikis maupun mental dari penyandang disabilitas
intelektual (Imamudin et al., 2021). Adanya dukungan sosial keluarga sangat
diperlukan untuk menunjang kehidupan penyandang disabilitas intelektual.
Description
reeapload 2026 Rudi H
