Pengukuran Kinerja Karyawan Menggunakan Metode Performance Prism (Studi Kasus pada CV. Dwipa Nusantara Tobacco)

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Teknologi Pertanian

Abstract

Perusahaan merupakan organisasi profit yang tidak bisa berdiri sendiri tanpa adanya peran stakeholder didalamnya. Karyawan merupakan salah satu stakeholder kunci yang ada didalam perusahaan. Karyawan memiliki peran penting sebagai penggerak roda aktivitas perusahaan. Pengukuran kinerja diperlukan untuk mengetahui sejauh mana perusahaan dapat memberikan kepuasan terhadap karyawannya. Pengukuran kinerja juga dapat menjadi bahan evaluasi bagi perusahaan untuk dapat memberikan gambaran perbaikan kedepanya. CV. Dwipa Nusantara Tobacco merupakan salah satu agroindustri di Kabupaten Jember yang bergerak dibidang pengolahan tembakau menjadi produk cerutu. CV. Dwipa Nusantara memiliki karyawan yang harus dipenuhi kebutuhan maupun keinginannya dalam lingkup pekerjaan. Pengukuran kinerja yang digunakan oleh CV. Dwipa Nusantara Tobacco masih bersifat general, sehingga membutuhkan pengukuran kinerja yang lebih komperhensif agar hasil yang didapatkan bisa lebih ojektif. Performance Prism merupakan metode pengukuran kinerja menggunakan lima perspektif yakni stakeholder satsfaction, stakeholder contribution, strategi, proses, dan kapabilitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui mengetahui Key Performance Indicator (KPI) karyawan dan mendapatkan hasil pengukuran kinerja karyawan di CV. Dwipa Nusantara Tobacco menggunakan metode Performance Prism Penelitian dimulai dengan melakukan identifikasi terhadap kepuasan dan kontribusi karyawan CV. Dwipa Nusantara Tobacco. Identifikasi kepuasan dan kontribusi karyawan dilakukan dengan penyebaran kuesioner kepada responden. Hasil dari identifkasi kepuasan dan kontribusi karyawan kemudian dijadikan dasar pada penyusunan tujuan bisnis perusahaan. Identifikasi strategi, proses, dan kapabilitas dilakukan terhadap tujuan bisnis yang telah disusun. Hasil dari identifikasi tujuan bisnis, strategi, proses, dan kapabilitas menjadi dasar penyusunan Key Performance Indicators (KPI). Terdapat tujuh KPI yang didapatkan yakni persentase ketepatan waktu pembayaran gaji, persentase karyawan yang mendapatkan bonus, persentase kenaikan gaji, jumlag pelanggaran yang dilakukan karyawan, persenetase kehadiran karyawan, jumlah kritik dan saran dari karyawan, dan persentase ketercapaian target. KPI selanjutnya dilakukan pembobotan untuk mengetahui bobot dari masing-masing KPI. Masing-masing KPI selanjutnya dinilai menggunakan Objective Matrix. Hasil dari pengukuran kinerja dengan metode Performance Prism menunjukkan hasil yang kurang baik untuk kinerja CV. Dwipa Nusantara Tobacco terhadap karyawan. KPI persentase kenaikan gaji dan kehadiran karyawan masih berada pada level 3 dan 2 dengan indikator warna merah sehingga perlu dilakukan perbaikan. Perbaikan yang dilakukan adalah dengan melakukan evaluasi terhadap jumlah gaji yang diberikan kepada karyawan dan dengan memberikan punishmen terhadap karyawan yang sering tidak masuk kerja tanpa alasan serta memberikan reward bagi karyawan yang tidak pernah tidak masuk kerja.

Description

Reupload file repositori 13 Feb 2026_Maya

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By