Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Kehamilan yang Tidak Diinginkan (Unintended Pregnancy) pada Wanita Usia Subur (15-49 TH) di Indonesia (Analisis Lanjut Data SDKI 2017)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
fakultas kesehatan masyarakat
Abstract
Secara global, terdapat 213 juta kehamilan di dunia, 85 juta dari kehamilan
tersebut merupakan kehamilan yang tidak diinginkan dan 50% dari kehamilan
yang tidak diinginkan berakhir dengan aborsi. Salah satu penyebab kematian ibu
di dunia adalah aborsi. Sekitar 68 ribu jiwa meninggal per tahunnya akibat
komplikasi dari aborsi yang tidak aman. Kehamilan yang tidak diinginkan
merupakan permasalahan global karena memiliki dampak terhadap kesehatan
fisik, mental, sosial dan ekonomi yang buruk. Berdasarkan hal tersebut, perlu
dilakukan penelitian terkait dengan faktor yang mempengaruhi kejadian
kehamilan yang tidak diinginkan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik dengan
menggunakan metode cross sectional dengan menggunakan data sekunder SDKI
2017. Jumlah sampel pada penelitian ini yaitu 14.922 WUS. Variabel yang diteliti
yaitu umur ibu saat melahirkan, tingkat pendidikan, status ekonomi keluarga,
paritas, status pernikahan, jarak kelahiran, riwayat komplikasi, status penggunaan
KB, keterpaparan informasi KB, otonomi wanita, jenis tempat tinggal, dan
provinsi dengan status kehamilan anak terakhir. Teknik analisis data
menggunakan uji chi square dan regresi logistik dengan α 0,05 (5%).
Hasil penelitian menunjukkan responden paling banyak berpendidikan
terakhir tamat sekolah menengah (26,9%), berstatus ekonomi keluarga sangat
miskin (25,4%), dan paling banyak kehamilan tidak diinginkan di Provinsi Jawa
Barat (10,4%). Lebih dari setengah WUS menggunakan alat kontrasepsi sebelum
kelahiran anak terakhir (53,3%), paritas dengan 2-3 anak (52,4%) dan tinggal di
pedesaan (50,2%). Sebagian besar umur ibu saat melahirkan berada di rentang
umur 20-35 tahun (76,8%), memiliki otonomi wanita yang tinggi (62,6%), dan
jarak kelahiran anak terakhir dengan anak sebelumnya >24 bulan (62,1%)
terpapar informasi terkait KB (61,7%). Mayoritas WUS berstatus menikah atau
tinggal bersama pasangan (96,8%) dan tidak memiliki riwayat komplikasi saat
melahirkan anak terakhir (82,6%). Kejadian kehamilan yang tidak diinginkan
(unintended pregnancy) pada WUS di Indonesia sebesar 16,6%.
Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa faktor intrapersonal
berhubungan dengan kejadian kehamilan yang tidak diinginkan di Indonesia yaitu
pada umur ibu saat melahirkan (OR=2,330 CI 2,106-2,577), pendidikan tertinggi
(OR=0,723 CI 0,551-0,950 & OR=1,011 CI 1,027-1,370), status ekonomi
keluarga (0,789 CI 0,689-0,902), status pernikahan (OR=6,626 CI 2,902-15,129,
OR=1,897 CI 1,067-3,373, OR=1,545 CI 1,178-2,025), jarak kelahiran
(OR=10,974 CI 9,194-13,099 & OR=3,917 CI 3,432-4,472), paritas (OR=2,220
CI 2,005-2,459 & OR=0,283 CI 0,247-0,323), dan riwayat komplikasi (OR=1,127
CI 1,099-1,259). Faktor institusi berhubungan dengan kejadian kehamilan yang
tidak diinginkan di Indonesia yaitu pada variabel jenis tempat tinggal (OR=0,695
CI 0,673-0,758) dan otonomi wanita (OR=0,836 CI 0,763-0,915). Faktor
pelayanan berhubungan dengan kejadian kehamilan yang tidak diinginkan di
Indonesia yaitu pada variabel keterpaparan informasi KB (OR=0,023 CI 0.824
0.986). Faktor intermediate berhubungan dengan kejadian kehamilan yang tidak
diinginkan di Indonesia yaitu pada variabel status penggunaan kontrasepsi
(OR=0,759 CI 0.696-0.829). Analisis multivariat menunjukkan variabel yang
mempengaruhi kejadian kehamilan yang tidak diinginkan adalah umur ibu saat
melahirkan, paritas, dan jarak kelahiran.
Saran untuk BKKBN yaitu meningkatkan kualitas PLKB melalui
pelatihan, mengarahkan WUS dengan paritas >2 anak untuk menggunakan
kontrasepsi MKJP dan melakukan promosi kesehatan dengan menghubungkan
komponen 4 Terlalu melalui media televisi dan media sosial. Kemenkes
diharapkan dapat bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan untuk
memberikan mata pelajaran kesehatan reproduksi di sekolah menengah dalam
rangka pencegahan terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan. Penelitian
selanjutnya dapat melakukan penelitian dengan menambahkan variabel
penggunaan kontrasepsi darurat dan kegagalannya, serta aborsi dan kegagalannya.
Description
reupload file repository 15 april 2026 izza/toufik
