Analisis Tingkat Kesesuaian Perhitungan HPP Menggunakan Metode Job Order Costing pada CV Aneka ADV Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
HPP merepresentasikan biaya yang benar-benar dikeluarkan untuk
menghasilkan suatu produk, sehingga perhitungannya dapat berdampak langsung
terhadap jumlah laba, penjualan dan daya saing perusahaan dipasaran. Objek
penelitian ini pada CV Aneka ADV Kabupaten Jember yang merupakan
perusahaan bidang iklan luar ruang yang sudah berkembang sejak tahun 2010
hingga saat ini dan merupakan salah satu perusahaan iklan tertua di Jember.
Perkembangan pesat iklan luar ruangan yang memunculkan daya saing pada
masyarakat terutama di kabupaten jember memicu perusahaan untuk pandai
melakukan manajerial, baik dalam menciptakan produk yang berkualitas, namun
dengan harga yang mudah dijangkau yaitu dengan menekan harga pokok produksi
(HPP). Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan bagaimana tingkat kesesuaian
perhitungan HPP pada CV Aneka ADV Kabupaten Jember dengan metode job
order costing.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif evaluatif dengan sumber
data primer dan sekunder yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan
dokumentasi pada CV Aneka ADV Kabupaten Jember. Fokus penelitian ini yaitu
menganalisis tingkat kesesuaian perhitungan HPP menggunakan metode Job
Order Costing pada produk neonbox selama bulan Februari 2025 berdasarkan
standar akuntansi biaya. Analisis dilakukan dengan membandingkan komponen
perhitungan HPP yang diterapkan perusahaan dengan standar akuntansi biaya,
meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, biaya overhead pabrik,
biaya penyusutan aset tetap, biaya bahan penolong, tarif biaya overhead pabrik
(BOP), dan biaya lain-lain. Tingkat kesesuaian dihitung menggunakan persentase
skor berdasarkan indikator yang telah ditentukan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa CV Aneka ADV telah menerapkan
sebagian besar unsur perhitungan HPP sesuai dengan metode Job Order Costing.
Tingkat kesesuaian perhitungan HPP yang dilakukan perusahaan mencapai 66,7%
dan termasuk dalam kategori “sesuai”. Perusahaan telah menghitung biaya bahan
baku, biaya tenaga kerja langsung, biaya bahan penolong, dan biaya lain-lain
secara tepat sesuai standar akuntansi biaya. Meski demikian, perusahaan belum
memasukkan komponen biaya penyusutan aset tetap dan tarif BOP ke dalam
perhitungan HPP. Akibatnya, total HPP yang dihitung perusahaan sebesar
Rp13.047.500,00 lebih rendah dibandingkan HPP berdasarkan standar akuntansi
biaya sebesar Rp14.655.469,00 sehingga terdapat selisih sebesar Rp1.607.969,00.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa biaya produksi yang dihitung
perusahaan belum mencerminkan seluruh biaya produksi secara lengkap,
khususnya pada komponen biaya overhead pabrik. Tidak dimasukkannya biaya
penyusutan aset tetap menyebabkan perusahaan belum mengalokasikan
penggunaan aset produksi ke dalam biaya produksi. Kondisi ini dapat
memengaruhi ketepatan penentuan harga jual dan perhitungan laba perusahaan.
Oleh karena itu, CV Aneka ADV disarankan untuk memasukkan seluruh
komponen biaya overhead pabrik dalam perhitungan HPP agar biaya produksi
yang dihasilkan lebih akurat dan sesuai dengan standar akuntansi biaya. Selain itu,
perusahaan juga perlu memisahkan keuangan pribadi dan keuangan operasional
perusahaan agar pengelolaan biaya produksi dan perawatan aset dapat dilakukan
secara lebih efektif
Description
Validasi file repositori 28 Juli 2026_Firli
