Sistem Tanda dan Mitos dalam Simbol Sesajen Tradisi Sunting di Desa Tugusari, Kabupaten Jember (Studi Semiotika Roland Barthes)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Abstract
Tradisi Sunting merupakan suatu kegiatan ritual adat yang dilakukan oleh
masyarakat Desa Tugusari yang bermatapencaharian sebagai petani. Tradisi sunting
dipercaya sebagai ritual penolakan bala terhadap gangguan hal-hal mistis guna
menjaga keselamatan petani dan menjaga hasil panen padi. Kegiatan ritus ini telah
dilakukan sejak jaman dahulu kala oleh nenek moyang dan diwariskan kepada
keturunannya yang saat ini meneruskan kegiatan pertanian tersebut. Dalam ritual
Tradisi Sunting, petani-petani menggunakan sesajian seperti nasi, lauk pauk, jenang
abang, jenang putih, dan bunga sebagai simbol penghormatan atau persembahan
kepada leluhur. Melalui sudut pandang sosiologi dengan analisis teori mitologi yang
dibawakan Roland Barthes, kita dapat mengetahui makna-makna mengenai simbol
dan mitos yang terbentuk dari tradisi tersebut. Studi ini juga menggunakan metode
penelitian kulitatif dengan pendekatan etnografi, yang dimana penelitian ini akan
berfokus pada pengalaman budaya, dan perilaku dalam suatu kelompok masyarakat
melalui observasi langsung dan interaksi di lapangan. Penelitian ini sendiri penting
untuk dilakukan agar kita dapat mengetahui lebih dalam akan makna mitos dalam
suatu tradisi, bagaimana mitos terbentuk dan direproduksi dalam sutu masyarakat.
Hasil penelitian juga menunjukan bagaiamana masyarakat memberikan makna lain
dibalik makna sebenarnya yang terbentuk dari simbol sesajen tersebut, makna itu
diberikan oleh masyarakat berdasarkan pengetahuan, pengalaman, dan kepercayaan
budaya masyarakat hingga menghasilkan makna baru yang disebut mitos.
Description
Approved by Teddy
