Model Komunikasi dalam Program Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SL-PHT) pada Gapoktan Bumi Putera di Desa Wonosari Kecamatan Puger Kabupaten Jember

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Pertanian

Abstract

Sebagian besar masyarakat Indonesia menggantungkan kehidupannya pada sektor pertanian yang menjadi fondasi penting dalam pembangunan ekonomi. Penyuluhan pertanian diakui memiliki peran strategis dalam meningkatkan produksi pangan, kesejahteraan petani, dan pendapatan nasional. Salah satu program penyuluhan yang berperan penting adalah Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SL-PHT). Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan petani dalam mengelola organisme pengganggu tanaman (OPT) secara berkelanjutan, melalui pendidikan dan pelatihan langsung di lapangan. Dengan menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan hama terpadu, SL-PHT menjadi upaya pemerintah dalam mendukung pertanian yang ramah lingkungan sekaligus meningkatkan produktivitas petani. Penelitian ini difokuskan untuk menganalisis model komunikasi yang diterapkan dalam program SL-PHT pada Gapoktan Bumi Putera di Desa Wonosari, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember. Komunikasi yang efektif sangat diperlukan agar informasi terkait pengendalian hama dapat dipahami dengan baik oleh petani dari berbagai latar belakang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengacu pada model komunikasi Berlo yang mencakup empat komponen utama: sumber (source), pesan (message), saluran (channel), dan penerima (receiver), serta dua komponen tambahan berupa umpan balik (feedback) dan efek (effect). Dalam penelitian ini, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Model komunikasi yang diterapkan di Gapoktan Bumi Putera menunjukkan pola dua arah, dengan penyuluh berperan sebagai fasilitator yang memberikan informasi sekaligus mendengarkan umpan balik dari petani. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa keberhasilan penyampaian pesan sangat bergantung pada media yang digunakan, keterampilan komunikasi penyuluh, dan kepercayaan petani terhadap penyuluh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model komunikasi dalam program SL-PHT di Gapoktan Bumi Putera efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani terkait pengendalian OPT. Penyuluhan berhasil meningkatkan pemahaman petani tentang pentingnya pengelolaan hama terpadu, dengan efek positif berupa peningkatan produktivitas dan pengurangan penggunaan pestisida kimia. Selain itu, umpan balik dari petani membantu penyuluh untuk menyesuaikan materi dan metode penyampaian agar lebih relevan dengan kondisi lokal. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan komunikasi yang adaptif dan partisipatif dalam penyuluhan pertanian. Rekomendasi yang diajukan adalah penguatan kapasitas penyuluh melalui pelatihan komunikasi dan penggunaan teknologi informasi sebagai media penyuluhan yang lebih luas dan efisien. Penelitian ini juga diharapkan menjadi referensi bagi pengembangan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan efektivitas program SL-PHT di masa depan.

Description

Reuploud file repositori 22 Jan 2026_Firli

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By