Kajian Pelayanan Keluarga Berencana Pasca Persalinan di Puskesmas Kras Kabupaten Kediri
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Abstract
Pelayanan KB Pasca Persalinan (KBPP) merupakan salah satu strategi untuk menurunkan angka kehamilan yang tidak diinginkan dengan memberikan kontrasepsi dihitung 6 minggu pasca persalinan. Kabupaten Kediri merupakan salah satu daerah dengan capaian KBPP belum memenuhi target. Hasil laporan pada Profil Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri pada tahun 2022, target yang ditentukan tahun 2022 sebesar 60% sedangkan capaiannya hanya 41,2%. Salah satunya terjadi di Puskesmas Kras Kecamatan Kras Kabupaten Kediri dengan capaian hanya sebesar 9%. Hal ini menunjukkan rendahnya capaian KBPP di puskesmas tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelayanan KBPP di Wilayah Kerja Puskesmas Kras Kabupaten Kediri.
Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain kualitatif pendekatan fenomenologi. Desain dan pendekatan dipilih untuk mengeksplorasi pandangan atau perspektif dari beberapa individu terhadap pengalaman hidup yang dimiliki yang berkontribusi dalam pemanfaatan pelayanan KBPP di Puskesmas Kras Kabupaten Kediri. Waktu penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Juli 2024 di wilayah kerja Puskesmas Kras Kabupaten Kediri. Informan dalam penelitian ini terdiri atas informan kunci yaitu Bidan Pemegang Program KB dan Bidan Koordinator, Informan utama yaitu ibu nifas yang melahirkan pada bulan Februari akhir- Maret, Informan Tambahan terdiri atas suami atau ibu dari informan utama, Kader Sub PPKBD, dan Penyuluh KB. Fokus penelitian ini pada faktor provider, faktor konsumen, dan faktor sosiobudaya.
Hasil penelitian menunjukkan pelayanan kesehatan selama ANC yang diberikan kepada ibu hamil selaku calon akseptor KBPP memberikan kesan positif namun terdapat ketidakjelasan mengenai alur pendaftaran yang menyebabkan ketidakpuasan pada ibu. Informasi konseling KBPP yang diberikan saat ANC tidak sesuai dengan materi yang seharusnya disampaikan berdasarkan PERKA BKKBN No.18 Tahun 2020, tentang pelayanan KBPP. Paritas (jumlah anak) berkontribusi terhadap keputusan ibu dalam memanfaatkan pelayanan KBPP berdasarkan tujuan dan pengalaman yang dimiliki. Aspek lain berupa sosiopsikologi dilatarbelakangi oleh munculnya kebingungan dan kecemasan ibu pasca persalinan serta pengalaman dalam penggunaan kontrasepsi oleh diri sendiri ataupun orang lain. Faktor agama yaitu keyakinan yang dimiliki oleh beberapa individu ataupun kelompok dan faktor budaya berupa selapan yang berlangsung selama 35 hari merupakan faktor sosiobudaya yang memiliki kontribusi terhadap ibu nifas dalam
menggunakan KBPP.
Description
Reuploud file repositori 29 Jan 2026_Firli
