Kebijakan Restriktif Pemerintah Tiongkok Terhadap Industri Video Game
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Abstract
Penelitian ini mengkaji kebijakan restriktif yang diterapkan oleh Pemerintah
Tiongkok terhadap industri video game, yang meskipun memiliki prospek
ekonomi yang besar, justru dibatasi melalui serangkaian kebijakan. Tiongkok
merupakan pasar video game terbesar di dunia, dengan pendapatan dan
jumlah pemain yang sangat tinggi. Namun demikian, pemerintah Tiongkok
memberlakukan kebijakan seperti pembatasan lisensi penerbitan, sensor
konten, serta pembatasan waktu bermain bagi anak-anak dan remaja.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan intrinsic
case study, guna memahami secara mendalam alasan di balik kebijakan yang
dianggap kontradiktif terhadap kepentingan ekonomi nasional. Fokus utama
dari penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor non-ekonomi yang
melatarbelakangi kebijakan tersebut, terutama faktor politik dan sosial.
Beberapa pertimbangan yang dianalisis mencakup upaya pemerintah dalam
memperkuat posisi politiknya, menjaga identitas nasional dari pengaruh
budaya asing, mencegah framing negatif terhadap negara melalui konten
game, serta mengatasi permasalahan sosial seperti kecanduan video game dan
gangguan kesehatan fisik maupun mental pada kalangan remaja. Penelitian
ini menggunakan perspektif ekonomi politik internasional dan rational actor
theory untuk mecari tahu alasan dibalik pemberlakuan kebijakan restriktif tersebut. Dengan pendekatan tersebut, kebijakan restriktif dapat dilihat
sebagai pilihan strategis dengan memprioritaskan aspek non ekonomi yang
menjadi bagian dari kepentingan nasional yang perlu dilindungi.
Description
Reupload File Repositori 3 Februari 2026_Rudy K/Lia
