Kebutuhan Energi Pemotongan Tempe Tapioka Dengan Variasi Kemiringan Sudut Pisau
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknologi Pertanian
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh variasi kemiringan sudut
pisau terhadap kebutuhan energi pada proses pemotongan tempe tapioka.
Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah meningkatnya
konsumsi energi yang dapat terjadi akibat penggunaan sudut pisau yang tidak
tepat, yang berpotensi menimbulkan kerusakan bahan serta memperbesar beban
kerja sistem pemotongan. Penelitian dilaksanakan secara eksperimental dengan
menggunakan alat pengukur energi berbasis bandul mekanik yang dilengkapi
sensor potensiometer dan sistem pengolah data berbasis mikrokontroler Arduino
Nano. Variabel yang diamati adalah kebutuhan energi potong (joule) terhadap tiga
variasi sudut kemiringan pisau, yaitu 15°, 30°, dan 45°, dengan sudut asah tetap
15°. Masing-masing perlakuan dilakukan sebanyak 10 pengulangan. Energi
potong dihitung berdasarkan perbedaan sudut ayunan sebelum dan sesudah
pemotongan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sudut kemiringan 15°
menghasilkan nilai energi potong paling rendah, yaitu sebesar 1,57 joule.
Sementara itu, sudut 30° dan 45° menghasilkan energi potong masing-masing
sebesar 1,78 joule dan 2,09 joule. Analisis varians satu arah (ANOVA)
menunjukkan bahwa perbedaan antar perlakuan bersifat signifikan (p < 0,05),
yang kemudian diperkuat dengan uji lanjut Tukey HSD. Hasil uji lanjut
menunjukkan bahwa sudut 15° secara statistik berbeda nyata dengan sudut 30°
dan 45°. Dengan demikian, sudut kemiringan 15° dapat direkomendasikan sebagai
sudut yang paling sesuai untuk digunakan dalam proses pemotongan tempe
tapioka. Penggunaan sudut ini mampu meminimalkan kebutuhan energi dan
menjaga fisik bahan selama proses pemotongan berlangsung. Hasil penelitian ini
diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan teknik
pemotongan bahan pangan berbasis pendekatan mekanik.
Description
Reupload Repositori File 25 Februari 2026_Kholif Basri
