Uji Pelepasan Dan Permeasi Formula Nanokrim Naringenin

dc.contributor.authorFinda Kayla Amalia
dc.date.accessioned2026-02-19T06:18:16Z
dc.date.issued2025-01-20
dc.descriptionReupload Repositori File 19 Februari 2026_Kholif Basri
dc.description.abstractNaringenin memiliki kelarutan yang rendah dan bioavailabilitas oral yang terbatas akibat metabolisme pra-sistemik. Sebagai obat lipofilik dengan potensi antiinflamasi, naringenin memerlukan sistem penghantaran yang mampu meningkatkan kelarutan dan penyerapan kulit. Nanokrim berbasis nanoemulsi menawarkan solusi ini dengan ukuran droplet kecil (20-500 nm) yang memungkinkan penetrasi lebih dalam ke kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan formulasi nanokrim naringenin dengan memanfaatkan basis HAMIN®, mengevaluasi karakteristik formula nanokrim, termasuk uji organoleptik, pH, viskositas, ukuran droplet, dan kandungan bahan aktif, menguji pelepasan dan permeasi naringenin dari nanokrim melalui membran selofan dan kulit secara in vitro. Penelitian ini menggunakan pendekatan laboratorium eksperimental. Prosedur dimulai dengan uji kelarutan untuk menentukan komponen terbaik (minyak, surfaktan, dan kosurfaktan) dalam nanoemulsi. Nanoemulsi yang dihasilkan kemudian dikombinasikan dengan basis HAMIN® untuk membentuk nanokrim dalam tiga variasi konsentrasi HAMIN® (25%, 35%, dan 45%). Formula nanokrim diuji karakteristiknya melalui uji organoleptik, pH, viskositas, ukuran droplet, dan kandungan bahan aktif. Uji pelepasan dilakukan dengan metode sel difusi Franz untuk mengevaluasi laju pelepasan dan permeasi bahan aktif melalui membran selofan dan kulit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Miglyol 812N sebagai minyak pembawa, Tween 80 sebagai surfaktan, dan Transcutol P sebagai kosurfaktan menghasilkan nanoemulsi dengan droplet berukuran 12,5 nm, nilai indeks polidispersitas 0,253, dan nilai transmitan mendekati 100%, menandakan kestabilan dan ukuran nanometer yang ideal. Nanokrim berbasis HAMIN® memiliki tekstur lembut, kental, dan mudah dioleskan. pH sediaan berada dalam rentang netral (7,05-7,08), sesuai dengan pH kulit, sementara viskositasnya memenuhi standar untuk sediaan semisolid (246,67 dPa·s). Kandungan bahan aktif naringenin dalam nanokrim mencapai rata-rata 0,93%. Uji pelepasan dan permeasi menunjukkan bahwa nanokrim naringenin mampu melepaskan dan menembus membran kulit lebih efektif dibandingkan non-nanokrim, dengan fluks yang signifikan dan jumlah kumulatif naringenin yang lebih tinggi. Nanokrim naringenin yang dikembangkan dengan basis HAMIN® dan formulasi nanoemulsi terbukti efektif dalam meningkatkan kelarutan, pelepasan, dan permeasi bahan aktif melalui kulit. Nanokrim naringenin berpotensi menjadi inovasi sediaan topikal yang efektif untuk terapi antiinflamasi dengan efikasi yang lebih tinggi dibandingkan non-nanokrim.
dc.description.sponsorshipDosen Pembimbing Utama : Dr.apt. Lina Winarti, S.Farm., M.Farm Dosen Pembimbing Anggota: apt. Lusia Oktora Kumalasari, S.F., M.Farm
dc.identifier.otherKholif Basri
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/3763
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Farmasi
dc.subjectNaringenin
dc.subjectkelarutan yang rendah
dc.subjectdan bioavailabilitas oral
dc.subjectmetabolisme pra-sistemik
dc.titleUji Pelepasan Dan Permeasi Formula Nanokrim Naringenin
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
FINDA KAYLA AMALIA - 212210101119.pdf
Size:
3.78 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: