Somatik Embriogenesis secara Langsung (Direct Somatic Embryogenesis) dan Regenerasi Tanaman Anggrek Phalaenopsis

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Pertanian

Abstract

Anggrek merupakan salah satu jenis tanaman hias yang memiliki nilai komersial tinggi. Salah satu jenis anggrek yang banyak diminati oleh masyarakat adalah anggrek Phalaenopsis. Anggrek Phalaenopsis memiliki potensi tinggi dalam pasar dunia, karena memiliki bentuk bunga yang unik dan khas menyerupai sayap lebah dan kupu-kupu. Ketersediaan bibit anggrek untuk memenuhi kebutuhan masyarakat masih sangat kurang. Perbanyakan melalui embriogenesis somatik dapat memaksimalkan pertumbuhan dalam memenuhi kebutuhan bibit anggrek dengan jumlah besar dan hasil yang lebih seragam. Metode embriogenesis somatik telah banyak dilakukan, namun tingkat regenerasi masih rendah dengan pertumbuhan tanaman anggrek yang abnormal sehingga berpengaruh terhadap jumlah planlet anggrek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan hormon TDZ terhadap induksi embriogenesis somatik, mengetahui interaksi hormon NAA yang dikombinasikan dengan hormon Kinetin pada tahap proliferasi dan mengetahui kualitas hasil regenerasi eksplan menjadi planlet. Rancangan penelitian dibedakan menjadi tiga tahapan yaitu pada tahap induksi mebriogenesis somatik, tahap proliferasi dan regenerasi eksplan tunas basal. Rancangan penelitian induksi embriogenesis somatik menggunakan RAL non-faktorial dengan faktor tunggal hormon TDZ yang terdiri dari 4 taraf yaitu 0 ppm, 1 ppm, 2 ppm, dan 3 ppm. Rancangan penelitian tahap proliferasi menggunakan RAL faktorial, dengan faktor pertama hormon NAA yang terdiri dari 4 taraf yaitu 0 ppm, 0,1 ppm, 0,2 ppm dan 0,3 ppm; faktor kedua hormon Kinetin yang terdiri dari 4 taraf yaitu 0 ppm, 0,5 ppm,1 ppm dan 1,5 ppm. Tahap regenerasi menggunakan analisis deskriptif. Berdasrakan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, perlakuan TDZ 0 ppm mampu menginduksi embriogenesis somatik tanaman anggrek Pahalenopsis dari eksplan tunas basal sebesar 69,5%. Perlakuan W2 (NAA 0,1 ppm) yang dikombinasikan dengan V4 (Kinetin 1,5 ppm) menunjukkan hasil terbaik dalam pembentukan tunas 92,25%. Media regenerasi yang ditambahkan sukrosa 2%, arang aktif 20% dan pisang 5 g/L mamberikan pengaruh sangat baik terhadap pertumbuhan eksplan dalam membentuk planlet tanaman anggrek Phalaenopsis.

Description

Reupload File Repository 13 Mei 2026_Yudi Approved by Teddy

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By