Faktor yang Berhubungan dengan Kelengkapan Pengisian Laporan Hasil Kegiatan Posyandu oleh Tim Kader di Wilayah Kerja Puskesmas Ajung Kabupaten Jember
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Abstract
Laporan Posyandu yang lengkap sangat penting untuk upaya deteksi dini pada ibu hamil, bayi, dan balita yang berisiko, serta berfungsi sebagai sumber data untuk implementasi Integrasi Perawatan Kesehatan Primer dalam memantau status kesehatan masyarakat di setiap siklus kehidupan. Kelengkapan laporan hasil kegiatan Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Ajung mempunyai rata-rata 54,6% pada tahun 2024-2026, per Januari. Rata-rata kelengkapan laporan tersebut belum memenuhi target dari Dinas Kesehatan, yaitu seluruh data kegiatan Posyandu wajib terlaporkan secara lengkap mencapai 100% maksimal pada tanggal 5 di bulan berikutnya. Berdasarkan data tersebut, menunjukkan kondisi rendahnya tingkat kelengkapan pengisian laporan hasil kegiatan Posyandu oleh tim kader dengan rata-rata kelengkapan laporan sebesar 54,6% tahun 2024-2026 per Januari di wilayah kerja Puskesmas Ajung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kelengkapan pengisian laporan hasil kegiatan Posyandu oleh tim kader di Puskesmas Ajung. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini melibatkan 76 tim kader yang dipilih menggunakan pengambilan sampel dengan teknik proporsionate random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner dan studi dokumentasi menggunakan lembar checklist. Analisis data menggunakan uji spearman rank correlation test dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil analisis data menunjukkan hubungan yang signifikan antara sikap kader dan proses interaksi kelompok (p = 0,007), kohesivitas kelompok secara signifikan berhubungan dengan proses interaksi kelompok (p = 0,000), karakteristik tugas kelompok juga secara signifikan berhubungan dengan proses interaksi kelompok (p = 0,000), dan proses interaksi kelompok secara signifikan berhubungan dengan kinerja tim (p = 0,044). Hasil penelitian ini menandakan pentingnya meningkatkan kinerja tim kader dengan melakukan upaya seperti evaluasi sistem insentif kader, mengembangkan sistem penghargaan berbasis kinerja, mengembangkan mekanisme daftar periksa untuk keterlibatan tim kader, dan mengembangkan program pembelajaran microlearning bagi tim kader posyandu.
Description
Finalisasi Maya_19 Agustus 2026
