Kegagalan Cool Japan Initiative dalam Upaya Rebranding Jepang di Korea Selatan
| dc.contributor.author | M. Rofiqoh | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-11T08:23:53Z | |
| dc.date.issued | 2025-09-25 | |
| dc.description | Reupload file Repositori 11 Februari 2026_Kholif/Keysa | |
| dc.description.abstract | Cool Japan Initiative merupakan sebuah kebijakan yang diambil Pemerintah Jepang dalam upaya untuk membuka potensi baru Jepang di dalam bidang industri konten dan budaya populer serta membantu Jepang memperbaiki citra yang dimilikinya. Hal ini membuahkan hasil yang memuaskan bagi Jepang, baik dari segi perekonomian ataupun upaya membangun citra positif yang dimilikinya. Namun, keberhasilan Jepang dalam memanfaatkan budaya melalui industri konten sebagai instrumen diplomasi, tidak membuahkan hasil yang baik di negara Korea Selatan. Hal ini dibuktikan dengan data survei yang dilakukan oleh Organisasi Nirlaba bernama Genron yang menunjukkan persepsi negatif masyarakat Korea Selatan terhadap Jepang masih tinggi. Survei yang dilakukan oleh Genron ini dilakukan secara berkala sejak tahun 2013 yang mana menjadi tahun pertama kalinya program Cool Japan diresmikan. Menurut Genron ini juga dikatakan bahwa, fenomena ini disebabkan oleh tindakan invasi dan tindakan kejam lainnya Jepang di masa lalu. Oleh karenanya, penelitian ini diangkat dengan tujuan untuk menjawab rumusan masalah Mengapa Cool Japan Initiative mengalami kegagalan dalam upaya untuk membangun ulang citra positif masyarakat Korea Selatan terhadap Jepang? Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan Kualitatif untuk menjabarkan alasan dari kegagalan Cool Japan Initiative di Korea Selatan. Metode kualitatif ini didukung dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur yang memanfaatkan artikel, jurnal, laporan resmi, dan situs-situs kredibel sebagai sumber informasi. Lalu data-data tersebut divalidasi melalui teknik triangulasi sumber data yang membandingkan data dari sumber lainnya untuk mendapatkan data valid yang bisa disajikan dalam penelitian. Hasil riset data tersebut yang berupa kata-kata yang telah diverifikasi keabsahannya, akan dianalisis menggunakan teknik yang dikenal dengan deskriptif kualitatif. Berdasarkan konsep memori historis oleh Jan Assman, ditemukan bahwa masyarakat Korea Selatan cenderung memiliki persepsi negatif terhadap Jepang dikarenakan memori masa lalu yang masih tersimpan dalam ingatan masyarakat Korea Selatan. Karena kejadian di masa lalu inilah masyarakat Korea Selatan menilai bahwa segala sesuatu yang berhubungan dengan Jepang adalah hal yang negatif. Hal ini berujung akan adanya rentetan hambatan yang menyebabkan kegagalan dari Cool Japan Initiative. Hal ini sesuai dengan konsep historical memory yang dikembangkan oleh Jan Assman mengenai bagaimana memori sejarah dapat membentuk identitas dan persepsi satu bangsa dengan bangsa lain dan juga dapat membentuk rasa nasionalisme suatu bangsa. Deretan memori kelam di masa yang dimaksud, mendorong terbentuknya memori kolektif masyarakat Korea Selatan dan menimbulkan adanya gerakan Anti Jepang. Tak hanya itu menurut konsep memori historis Jan Asssman memori kelam antara Jepang dan Korea Selatan juga telah ikut serta dalam menumbuhkan rasa cinta terhadap produk dalam negeri Korea Selatan sebagai perwujudan rasa nasionalisme. Hal ini menyebabkan persaingan produk budaya Jepang di Korea Selatan mengalami masalah yang serius dalam implementasinya. | |
| dc.description.sponsorship | DPU : Drs. Bagus Sigit Sunarko, M.Si., Ph.D. DPA : Drs. Pra Adi Soelistijono, M.Si | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/2996 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik | |
| dc.subject | kekuatan lemak | |
| dc.subject | memori sejarah | |
| dc.subject | jepang | |
| dc.subject | HUMANITIES and RELIGION::Languages and linguistics::Other languages::Koreanology | |
| dc.title | Kegagalan Cool Japan Initiative dalam Upaya Rebranding Jepang di Korea Selatan | |
| dc.type | Other |
