Pertukaran Sosial Sistem bagi Hasil Nelayan Bagang Kambang di Kampung Bugis Kecamatan Muncar Kab. Banyuwangi
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Abstract
Penelitian ini berjudul "Sistem Bagi Hasil Nelayan Bagang Kambang dalam Perspektif Teori Pertukaran Sosial Peter M. Blau di Kampung Bugis, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi". Penelitian ini dilatar belakangi oleh keberadaan sistem bagi hasil yang menjadi dasar hubungan kerja antara pemilik bagang kambang dan pekerja dalam kegiatan penangkapan ikan. Sistem tersebut tidak hanya mengatur pembagian pendapatan hasil tangkapan, tetapi juga membentuk hubungan sosial yang berlangsung secara terus-menerus antara kedua belah pihak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme sistem bagi hasil yang diterapkan pada usaha bagang kambang serta menganalisis hubungan antara pemilik dan pekerja menggunakan teori pertukaran sosial Peter M. Blau. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan Fenomenologi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri dari pemilik bagang kambang dan pekerja. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data dilakukan menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem bagi hasil yang diterapkan pada usaha bagang kambang menggunakan pembagian sebesar 60% untuk pemilik dan 40% untuk pekerja. Pembagian tersebut didasarkan pada kontribusi masing-masing pihak. Pemilik memperoleh bagian yang lebih besar karena menyediakan modal usaha, sarana produksi, serta menanggung berbagai risiko usaha. Modal yang dibutuhkan untuk membangun satu unit bagang kambang mencapai lebih dari Rp40.000.000 yang digunakan untuk pembelian sekitar 160–180 batang bambu, jaring, tali, mesin generator, lampu penerangan, dan berbagai kebutuhan lainnya. Selain itu, pemilik juga bertanggung jawab terhadap biaya operasional dan perawatan alat tangkap. Di sisi lain, pekerja berkontribusi melalui tenaga, waktu, keterampilan, dan pengalaman dalam mengoperasikan bagang kambang. Dalam operasional seharihari, satu bagang kambang umumnya dijaga dan dioperasikan oleh satu orang pekerja yang bertugas mengawasi lampu, memantau keberadaan ikan, serta mengoperasikan jaring. Pendapatan yang diterima pekerja tidak bersifat tetap karena bergantung pada jumlah hasil tangkapan yang diperoleh. Semakin banyak hasil tangkapan, semakin besar pendapatan yang diterima, sedangkan ketika hasil tangkapan menurun maka pendapatan pekerja juga ikut berkurang. Berdasarkan teori pertukaran sosial Peter M. Blau, hubungan antara pemilik dan pekerja menunjukkan adanya unsur reward dan cost, power, serta dependency. Reward yang diterima pemilik berupa keuntungan usaha, sedangkan pekerja memperoleh pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Cost yang ditanggung pemilik berupa modal, biaya operasional, dan risiko kerugian usaha, sementara pekerja menanggung cost berupa tenaga, waktu, risiko kecelakaan kerja, serta ketidakpastian pendapatan. Power pemilik muncul karena penguasaan modal dan sarana produksi, sedangkan dependency terlihat dari hubungan saling membutuhkan antara pemilik dan pekerja dalam menjalankan usaha bagang kambang.
Description
Validasi dan Finalisasi Repositori File 04 Agustus 2026_Kholif Basri
