Transformasi Strategi Politik Kelompok Militer Thailand Prayuth Chan-o-Cha 2014-2019

dc.contributor.authorRizantha Villano Setyo Putra
dc.date.accessioned2026-02-23T02:05:27Z
dc.date.issued2024-05-02
dc.descriptionReupload file repository 23 februari 2026_agus/feren
dc.description.abstractSkripsi ini membahas mengenai fenomena politik di Thailand, utamanya membahas mengenai rezim militer Prayuth Chan-o-Cha pada tahun 2014-2019. Terpilihnya Prayuth pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 sebagai perdana menteri merupakan hasil dari transformasi strategi politik yang dilakukan oleh kelompok militer Thailand. Sebagai kelompok yang kerap kali melakukan aksi intervensi dengan melakukan kudeta, militer Thailand melakukan transformasi pada strategi politiknya dengan mendirikan partai politik militer untuk turut serta pada Pemilu. Hal ini ditempuh oleh militer selama masa transisi pemerintahan rezim militer yang berlangsung sejak kudeta tahun 2014. Terpilihnya seorang jenderal pemimpin aksi kudeta militer, Prayuth melalui Pemliu yang dipilih langsung oleh rakyat merupakan keberhasilan pada perubahan strategi yang diterapkan dan merupakan fenomena baru dalam hubungan sipil-militer di Thailand. Pendekatan yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Dalam proses penelitian ini, penulis menggunakan sebuah bentuk studi literatur untuk menganalisis data yang diperoleh melalui berbagai sumber yang kredibel. Dalam proses analisi data, penulis menggunakan teknik triangulasi data, yaitu melakukan pengecekan berkala untuk menjamin relevansi dan keabsahan data yang digunakan. Penelitian ini akan berfokus pada kelompok militer Thailand Prayuth Chan-o-Cha dalam sistem politik di Thailand. Transformasi strategi politik Prayuth akan dijelaskan melalui sudut pandang teori hubungan sipil militer, teori konkordansi. Rebecca schiff melalui sudut pandang konkordansi menjelaskan bahwa hubungan sipil-militer di suatu negara tidak selalu mengenai pemisahan kekuasaan melainkan melalui kompromi. hubungan sipil-militer menurut Schiff perlu mempertimbangkan faktor latar belakang sejarah hubungan sipil-militer di negara tersebut. sejarah panjang keikutsertaan militer Thailand di dunia politik menjadi hal yang penting untuk meninjau kembali fenomena politik yang terjadi di Thailand. Keberhasilan Prayuth dalam pemilu 2019 melalui partai politik militer Palang Pracharat merupakan hasil dari sebuah kompromi terhadap legitimasi kehadiran militer Thailand dalam politik. jalan kompromi yang diambil oleh militer dengan tidak menggunakan nilai-nilai kediktatoran merupakan sebuah transformasi yang dilakukan untuk menciptakan sebuah kompromi dalam membangun relasi sipil militer di Thailand.
dc.description.sponsorshipDPU: Bapak Prof. Drs. Abubakar Eby Hara M.A., Ph.D., DPA: Bapak Honest Dody Molasy S.Sos., M.A.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/4019
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik
dc.subjectrayuth Chan-o-Cha
dc.subjectmilitary
dc.titleTransformasi Strategi Politik Kelompok Militer Thailand Prayuth Chan-o-Cha 2014-2019
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
RIZANTHA VILLANO SETYO PUTRA - 170910101038.pdf
Size:
422.88 KB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: