Pemetaan Potensi Sumber Mata Air Dalam Mendukung Penyediaan Air Minum Dengan Metode Frequency Ratio (Studi Kasus Sumber Mata Air Daerah Aliran Sungai Bedadung)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Air bersih merupakan kebutuhan dasar makhluk hidup dan menjadi bagian
dari Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia, dengan target akses air
bersih sebesar 100% pada tahun 2030. Permasalahan seperti krisis air dan
penurunan curah hujan memperburuk ketersediaan air bersih, termasuk di
Kabupaten Jember yang mengandalkan DAS Bedadung sebagai sumber air baku.
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi
potensi mata air, melakukan validasi model potensi mata air, serta memetakan
distribusi mata air di DAS Bedadung dengan lebih akurat. Tujuan tersebut dapat
dicapai dengan mengacu pada berbagai teori yang berkaitan dengan sumber mata
air, Daerah Aliran Sungai, Sistem Informasi Geografis (SIG), uji multikolinearitas,
serta metode Frequency Ratio. Metode ini digunakan untuk menganalisis hubungan
antara faktor lingkungan dan keberadaan mata air, dengan hasil yang kemudian
divalidasi menggunakan kurva Receiver Operating Characteristic (ROC) dan nilai
Area Under Curve (AUC) untuk memastikan keakuratan model pemetaan yang
digunakan.
Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2024 hingga Januari 2025
dengan cakupan wilayah di sembilan kecamatan di Kabupaten Jember yang belum
dilayani Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Data yang digunakan dalam
penelitian ini terdiri atas data primer yang diperoleh dari hasil survei lapangan dan
data sekunder yang berasal dari berbagai instansi terkait. Analisis dilakukan dengan
pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk mengolah data spasial dan
metode Frequency Ratio untuk menilai hubungan antara faktor lingkungan dan
potensi mata air. Proses penelitian ini meliputi pengumpulan dan pengolahan data,
pembobotan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap potensi mata air, perhitungan
indeks potensi mata air, validasi model menggunakan ROC-AUC, serta pemetaan
potensi mata air untuk memperoleh distribusi spasial sumber air yang potensial.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 136 titik mata air yang
tersebar di beberapa kecamatan di DAS Bedadung. Analisis dilakukan terhadap 13
parameter lingkungan, termasuk ketinggian, kemiringan lereng, curah hujan, indeks vegetasi (NDVI),
Description
Reaploud Repository 13 April-agus
