Analisis Campuran Fermentasi Limbah Kulit Jeruk dan Kulit Pisang Sebagai Bio-baterai
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Pada penelitian ini akan menjelaskan tentang pemanfaatan limbah kulit buah yaitu kulit jeruk dan kulit pisang yang digunakan sebagai bahan elektrolit dari Bio-Baterai. Bio-Baterai menggunakan komponen utama berupa elektroda dan cairan elektrolit yang dapat berasal dari limbah kulit buah-buahan seperti jeruk dan pisang. Limbah kulit jeruk dan pisang mengandung senyawa asam yang efektif sebagai cairan elektrolit untuk menghasilkan energi listrik. Sel volta adalah jenis sel elektrokimia yang digunakan dalam Bio-Baterai untuk menghantarkan ion-ion dari anoda ke katoda melalui elektrolit, menghasilkan energi listrik dari reaksi redoks yang bersifat spontan. Penelitian ini menunjukkan bahwa fermentasi spontan cairan elektrolit dari ekstrak kulit jeruk dan kulit pisang selama 24 jam, 72 jam, dan 168 jam menghasilkan tegangan yang menurun seiring waktu. Fermentasi kulit jeruk menghasilkan tegangan sebesar 0,697 volt, 0,683 volt, dan 0,653 volt, sementara fermentasi kulit pisang menghasilkan tegangan sebesar 0,703 volt, 0,692 volt, dan 0,633 volt. Pengujian perbandingan campuran ekstrak kulit pisang dan jeruk menunjukkan bahwa perbandingan 1:1 menghasilkan tegangan terbaik sebesar 0,709 volt. Pada pengujian rangkaian seri dengan 24 sel, diperoleh tegangan sebesar 7,65 volt dengan arus 4,56×10-4 ampere, sedangkan pada rangkaian paralel, diperoleh tegangan sebesar 2,77 volt dengan arus 1,904×10-3 ampere. Pengujian umur pakai cairan elektrolit menunjukkan kapasitas energi sebesar 6 mAh untuk rangkaian seri selama 1 jam dan 17,64 mAh untuk rangkaian paralel selama 1 jam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Bio-Baterai memiliki potensi sebagai solusi energi alternatif yang ramah lingkungan, meskipun diperlukan optimasi lebih lanjut untuk meningkatkan efisiensi dan kestabilan tegangan yang dihasilkan.
Description
Reupload file repositori 05 Mar 2026_Maya
