Mobilitas Sosial Petani Padi di Desa Sukorejo Kecamatan Sukorejo Ponorogo
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Abstract
Desa Sukorejo merupakan wilayah dengan lahan pertanian yang subur,
ditandai dengan kemampuan petani menanam padi tiga kali dalam satu tahunnya.
Dengan demikian, padi menjadi komoditas utama yang ditanam oleh petani
setempat. Kesuburan lahan menjadi faktor pendorong utama bagi masyarakat Desa
Sukorejo untuk memilih profesi sebagai petani. Terdapat tiga jenis petani yang ada
di Desa Sukorejo yaitu petani pemilik lahan, petani penggarap, dan petani penyewa.
Mayoritas petani di Desa Sukorejo tergolong sebagai petani kecil yang disebabkan
oleh keterbatasan luas lahan yang dimiliki. Meskipun terdapat pilihan komoditas
lain yang memiliki nilai jual lebih tinggi, namun petani di Desa Sukorejo tidak dapat
beralih komoditas, sekalipun masih termasuk komoditas tanaman pangan seperti
jagung. Hal ini disebabkan tanaman jagung yang tidak tahan dengan air, sedangkan
tanaman padi membutuhkan banyak air. Oleh karena itu, untuk meningkatkan
pendapatan, petani meningkatkan produktivitas tanaman padi, serta
meminimumkan risiko-risiko yang dapat mengakibatkan panenan menurun dan
gagal panen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengetahui
bagaimana mobilitas sosial yang terjadi pada petani padi kecil di Desa Sukorejo.
Penelitian ini menggunakan teori moral ekonomi petani milik
Scott menggunakan konsep prinsip safety first dan mobilitas sosial. Pada konsep
safety first petani memilih meminimumkan terjadinya bencana ketimbang harus
mengambil risiko yang dapat membahayakan keluarganya, sedangkan konsep
mobilitas sosial yaitu adanya peralihan dari posisi satu ke posisi lainnya dapat
mengarah pada mobilitas sosial vertikal naik atau turun, serta mobilitas sosial
horizontal.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif
dengan pendekatan studi kasus. Informan dalam penelitian ini melibatkan petani,
istri petani dan perangkat desa. Pengumpulan data dalam penelitian ini diperolehdari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk melakukan cross check
data menggunakan tiga triangulasi meliputi triangulasi sumber, triangulasi teknik,
dan triangulasi teori. Peneliti melakukan analisis data dengan pengorganisasian
data, reduksi data dan penyajian data berupa tabel, foto, dan pembahasan dalam
bentuk narasi.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa petani padi di Desa Sukorejo
mengalami mobilitas sosial, ada yang naik dan ada yang turun. Mobilitas sosial
vertikal naik ditandai dengan meningkatnya penghasilan dan pencapaian yang
diraih pada saat menjadi petani. Mobilitas vertikal naik disebabkan adanya
peralihan pekerjaan dari non pertanian yaitu bekerja di sektor konstruksi ke
pertanian, dikarenakan petani tidak dapat menanam komoditas selain padi, untuk
itu petani melakukan upaya safety first sebagai upaya pertaniannya berhasil melalui
pendalaman ilmu pertanian padi dari berbagai sumber, selektif dalam pemilihan
benih padi, antisipasi terjadinya hama dan penggunaan combine harvester pada saat
panen. Serta adanya upaya untuk menambah penghasilan dengan mengolah lahan
pertanian milik orang lain dengan sistem bagi hasil.
Sedangkan petani yang mobilitas sosial vertikal turun dikarenakan
penghasilan dari petani padi tidak sebesar pendapatan pada saat bekerja menjadi
TKI di Korea. Meskipun sudah melakukan upaya safety first dan mendapatkan
penghasilan tambahan dari mengolah lahan pertanian milik orang lain dengan
sistem bagi hasil, namun pendapatan menjadi petani belum bisa memenuhi semua
kebutuhan keluarga.
Description
Entry oleh Arif 2026 Februari 25
