Pengaruh Pemberian Pupuk Kalium (KCl) dan Pemberian Air Sistem Irigasi Tetes Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai Hijau (Capsicum annum L.)

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Pertanian

Abstract

Cabai hijau (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi di Indonesia. Tanaman ini banyak digunakan dalam berbagai industri makanan dan memiliki kandungan gizi yang baik, seperti vitamin C, serat, dan kalori yang rendah. Namun, produksi cabai hijau di Indonesia masih mengalami berbagai kendala, seperti fluktuasi hasil panen akibat kondisi lingkungan, teknik pemupukan yang kurang optimal, serta keterbatasan sumber daya air dalam budidaya tanaman. Oleh karena itu, diperlukan teknologi budidaya yang lebih efisien, seperti penggunaan pupuk kalium dan penerapan sistem irigasi tetes, guna meningkatkan pertumbuhan dan hasil cabai hijau. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian pupuk KCl dan pemberian air yang berbeda sistem irigasi tetes terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai hijau. Penelitian dilakukan di Green House dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari dua faktor utama, yaitu dosis pupuk KCl (K) dan jumlah air dalam sistem irigasi tetes (P). Faktor pertama adalah dosis pupuk KCl yang terdiri dari empat taraf perlakuan, yaitu K0 (kontrol/tanpa pupuk KCl), K1 (0,4 g/polybag), K2 (0,6 g/polybag), dan K3 (0,8 g/polybag). Faktor kedua adalah jumlah air yang diberikan dalam sistem irigasi tetes dengan empat taraf perlakuan, yaitu P1 (200 ml/hari), P2 (250 ml/hari), P3 (300 ml/hari), dan P4 (400 ml/hari). Pengamatan dilakukan terhadap berbagai parameter pertumbuhan dan hasil tanaman, seperti tinggi tanaman, jumlah cabang produktif, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman, serta waktu berbunga dan waktu panen. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA), dan apabila terdapat pengaruh yang signifikan dilakukan uji lanjut menggunakan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kepercayaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk KCl memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai hijau. Dosis pupuk KCl 0,8 g per polybag menghasilkan rata-rata jumlah cabang produktif tertinggi 24,83 cabang per tanaman, jumlah buah terbanyak (63,42 buah per tanaman), dan berat buah tertinggi 578,67 g per tanaman. Pupuk KCl berperan dalam meningkatkan jaringan meristem tanaman dan mendukung pembelahan sel, sehingga tanaman tumbuh lebih optimal dan menghasilkan buah lebih banyak serta lebih berat. Selain itu, pemberian air melalui sistem irigasi tetes juga menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai hijau. Pemberian air dengan volume 300 ml/hari (P3) menghasilkan jumlah buah rata-rata 58,83 buah per tanaman. Pemberian air yang terlalu sedikit (200 ml per hari) menyebabkan pertumbuhan tanaman yang kurang optimal, sementara pemberian air yang berlebihan (400 ml per hari) tidak meningkatkan hasil secara signifikan dan bahkan dapat menyebabkan stres air pada tanaman. Interaksi antara pemberian pupuk KCl dan sistem irigasi tetes juga memberikan pengaruh nyata terhadap beberapa parameter pertumbuhan dan hasil tanaman cabai hijau seperti jumlah cabang produktif, jumlah buah per tanaman, dan berat buah per tanaman. Kombinasi terbaik diperoleh pada perlakuan pupuk kalium 0,8 g per polybag dengan pemberian air 300 ml/hari, yang menghasilkan rata-rata cabang produktif 41,67 cabang, berat buah dengan rata-rata 974.33 gr per tanaman dan jumlah buah dengan rata-rata 96.00 buah pertanaman. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan pupuk kalium dan sistem irigasi tetes secara optimal dapat meningkatkan produktivitas cabai hijau. Dosis pupuk kalium yang direkomendasikan adalah 0,8 g per polybag, sedangkan jumlah air yang diberikan melalui sistem irigasi tetes yang paling efektif adalah perlakuan 300 ml per hari. Teknologi ini dapat diterapkan oleh petani untuk meningkatkan hasil panen cabai hijau secara lebih efisien dan berkelanjutan.

Description

Reupload File Repositori 6 Februari 2026_Teddy/Hendra

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By