Analisis Pola Aliran Air Tanah Menggunakan Metode Self Potential Konfigurasi Leap Frog di Perkebunan Sentool Kabupaten Jember

Abstract

Air tanah merupakan salah satu sumber daya alam yang berperan penting sebagai sumber air bersih bagi masyarakat maupun sektor pertanian. Keberadaan air tanah dipengaruhi oleh kondisi geologi, topografi, serta karakteristik batuan penyusun bawah permukaan. Oleh karena itu, diperlukan metode eksplorasi yang mampu mengidentifikasi distribusi dan pola aliran air tanah secara efektif tanpa merusak lingkungan. Salah satu metode geofisika yang dapat digunakan adalah metode Self Potential (SP), yaitu metode pasif yang memanfaatkan potensial listrik alami akibat pergerakan fluida di dalam media berpori. Penelitian ini dilaksanakan di Perkebunan Sentool, Desa Suci, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember pada bulan Juli 2025 hingga Januari 2026. Tujuan penelitian adalah menganalisis distribusi nilai potensial alami, mengetahui pola aliran air tanah, serta menentukan posisi dan kedalaman sumber air bawah permukaan menggunakan metode Self Potential konfigurasi Leap Frog. Pengukuran dilakukan pada enam lintasan yang terdiri atas tiga lintasan terbentang dari utara ke selatan dan tiga lintasan terbentang dari timur ke barat. Pengambilan data menggunakan empat elektroda, yaitu dua elektroda base dan dua elektroda rover, dengan spasi antar elektroda sebesar 2 meter. Data yang diperoleh berupa nilai latitude, longitude, elevasi, dan nilai potensial alami. Data hasil pengukuran selanjutnya dilakukan koreksi untuk mengurangi pengaruh kondisi lingkungan dan variasi elevasi. Data yang telah dikoreksi kemudian diolah menggunakan Microsoft Excel dan Surfer 16 untuk menghasilkan peta isopotensial. Interpretasi peta isopotensial menunjukkan bahwa pola aliran air tanah bergerak mengikuti gradien potensial, yaitu dari daerah yang memiliki nilai potensial lebih tinggi menuju daerah yang memiliki nilai potensial lebih rendah. Analisis menggunakan metode bola (sphere model) dilakukan untuk mengetahui posisi dan kedalaman sumber anomali. Sayatan dibuat pada daerah yang memiliki kontur anomali menyerupai bentuk lingkaran atau setengah lingkaran. Berdasarkan hasil interpretasi diperoleh kedalaman sumber anomali pada ketiga sayatan memiliki nilai yang berbeda.

Description

Finalisasi 20 Agustus 2026_Yudi

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By