Studi Aktivitas Anti Tuberkulosis dan Antioksidan Senyawa Pinostrobin Sinamat Secara In Silico dan in Vitro

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

fakultas farmasi

Abstract

Tuberkulosis (TB) adalah salah satu penyakit dengan tingkat kematian tertinggi di dunia yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis (M.tb) yang dapat menyebabkan infeksi laten atau penyakit aktif progresif. TB umumnya menyerang paru-paru dan mudah menular melalui droplet yang dikeluarkan saat batuk, bersin, atau berbicara. Di Indonesia, TB menempati peringkat kedua tertinggi di dunia setelah India dengan jumlah kasus sekitar 1.060.000 per tahun dan 134.000 kematian. Terapi dengan obat antituberkulosis (OAT) dapat menimbulkan efek samping, salah satunya adalah hepatotoksik fatal karena induksi stres oksidatif. Kelebihan ROS dapat membahayakan penderita TB. Antioksidan dapat berperan dalam meningkatkan daya tahan tubuh dan mengurangi efek samping obat. Modifikasi molekul merupakan metode yang dapat digunakan dalam mencari obat baru yang lebih efektif dalam mengatasi TB. Pemikiran untuk melakukan studi aktivitas antituberkulosis dan antioksidan secara in silico dan in vitro timbul karena peningkatan resistensi obat dan prevalensi TB. Uji in silico digunakan untuk memprediksi aktivitas biologis suatu senyawa secara komputasi menggunakan program Molegro Virtual Docker (MVD). Uji in vitro kemudian dilakukan untuk menguji aktivitas antituberkulosis dan antioksidan dengan menggunakan Mycobacterium tuberculosis H37Rv dan metode DPPH. Metode ini penting dalam proses desain obat baru untuk keperluan medis di masa depan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antituberkulosis dan antioksidan dari senyawa hasil modifikasi struktur berdasarkan uji in silico dan in vitro dibandingkan dengan senyawa isolat. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan diketahui bahwa senyawa pinostrobin sinamat sebagai senyawa hasil modifikasi struktur memiliki aktivitas antituberkulosis dan antioksidan lebih baik dibandingkan senyawa isolat baik secara in silico maupun in vitro. Uji in silico memberikan hasil nilai rerank uji antituberkulosis sebesar -143,02, namun tidak lebih poten dibandingkan dengan kontrol positif. Uji antioksidan memberikan skor rerank sebesar -97,5604 yang menunjukkan hasil yang lebih kuat dibandingkan dengan senyawa isolat dan kontrol positif. Sedangkan, uji in vitro antituberkulosis memberikan nilai IC50 sebesar 0,3368 μg/ml. Nilai ini tergolong sangat kuat namun tidak lebih poten dibandingkan kontrol positif yaitu INH. Sedangkan, metode antioksidan digunakan metode DPPH menghasilkan % hambatan pada senyawa pinostrobin sinamat sebesar 1.202 μg/ml, 5.686 μg/ml, dan 13.548 μg/ml pada konsentrasi 100, 200, dan 1000 ppm. Menunjukkan bahwa senyawa pinostrobin sinamat tidak lebih poten dibandingkan kontrol positif namun lebih baik dibandingkan senyawa isolat. Berdasarkan uji in silico dan in vitro menunjukkan data uji tuberkulosis linear, sedangkan uji antioksidan tidak linear dengan hasil docking.

Description

Reupload file repository 6 februari 2026_agus/feren

Keywords

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By