Potensi Pemberian Ekstrak Daun Ungu (Graptophyllum pictum L.Griff) terhadap Jumlah Makrofag pada Penyembuhan Luka Pasca Pencabutan Gigi Tikus Wistar
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kedokteran Gigi
Abstract
Pencabutan gigi adalah prosedur umum dalam kedokteran gigi yang
menyebabkan luka dan rasa nyeri akibat kerusakan jaringan. Penyembuhan luka
melibatkan fase inflamasi, proliferasi, dan remodeling. Makrofag memainkan peran
penting dalam proses penyembuhan dengan memfagosit patogen, membersihkan
debris, melepaskan sitokin pro-inflamasi seperti IL-6 dan TNF-α dan memodulasi
peradangan. Namun, peradangan dan nyeri yang berlebihan dapat menghambat
penyembuhan. Rasa nyeri pasca pencabutan gigi sering diatasi dengan obat
antiinflamasi seperti NSAID, yang memiliki efek samping. Daun ungu
(Graptophyllum pictum L. Griff) memiliki potensi sebagai antiinflamasi alami
karena kandungan flavonoid dan alkaloid yang dapat meningkatkan aktivitas
makrofag. Tujuan penelitian ini adalah menguji potensi ekstrak daun ungu 10%
dalam meningkatkan jumlah makrofag sehingga mempercepat penyembuhan dan
mengurangi inflamasi pasca pencabutan gigi pada tikus Wistar.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental in vivo dengan rancangan
penelitian post test only control group design. Penelitian ini menggunakan 30 ekor
tikus Wistar (Rattus norvegicus) jantan yang dibagi menjadi 3 kelompok kontrol
(kelompok yang diberi akuades) dan 3 kelompok perlakuan (kelompok yang diberi
ekstrak daun ungu (Graptophyllum pictum L. Griff) yaitu kelompok kontrol dan
kelompok perlakuan selama 3 hari, 5 hari, dan 7 hari. Seluruh sampel dilakukan
pencabutan gigi molar satu (M1) rahang bawah tikus Wistar. Kelompok kontrol
diberi akuades dan kelompok perlakuan diberi ekstrak daun ungu (Graptophyllum
pictum L. Griff) 10% atau sebanyak 2 ml secara sonde per oral setiap satu kali sehari
pada pagi hari. Dekapitasi dilakukan pada hari ke-4, hari ke-6, dan hari ke-8
kemudian dilakukan processing jaringan dengan pewarnaan HE (Hematoxylin
Eosin) sehingga hasilnya dapat diamati dengan mikroskop. Pengamatan dan
penghitungan jumlah makrofag dengan pembagian tiga lapang pandang berbeda
pada perbesaran 400X yang selanjutnya data hasil perhitungan jumlah makrofag
dianalisis menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistics 25.
Hasil penelitian menunjukkan rata-rata jumlah makrofag pada kelompok
perlakuan yang diberi ekstrak daun ungu jumlahnya meningkat dibandingkan
dengan kelompok kontrol. Ekstrak daun ungu secara signifikan meningkatkan
jumlah makrofag pada kelompok hari ke-3 dan ke-5 pasca pencabutan gigi,
menunjukkan aktivitas fagositosis yang lebih tinggi dan pembersihan luka yang
lebih cepat. Jumlah makrofag mencapai puncaknya pada hari ke-5, sesuai dengan
teori umum tentang proses penyembuhan luka. Kandungan flavonoid dan alkaloid
dalam daun ungu diduga berperan dalam meningkatkan produksi sitokin proinflamasi, yang pada gilirannya meningkatkan aktivitas fagositosis makrofag dan
mengoptimalkan penyembuhan. Kemudian pada hari ke-7 terjadi penurunan jumlah
makrofag pada kelompok perlakuan yang diberi ekstrak daun ungu dibandingkan
dengan kelompok kontrol. Penurunan ini menunjukkan berakhirnya fase inflamasi
dan transisi menuju fase proliferasi, yang peran utamanya diambil alih oleh
fibroblas. Kandungan tanin dan saponin dalam daun ungu memiliki efek antibakteri,
membantu membersihkan bakteri patogen dan mendukung proses penyembuhan.
Kesimpulan yang didapatkan dari hasil penelitian adalah pemberian ekstrak daun
ungu berpotensi terhadap jumlah makrofag pada penyembuhan luka pasca
dilakukan pencabutan gigi tikus Wistar.
Description
Reupload File Repositori 24 Februari 2026_Teddy/Hendra
