Hubungan Organizational Justice dengan Work Performance pada Perawat Ruang Rawat Inap di RSD dr. Soebandi Jember
| dc.contributor.author | Jesika Dwi Anggraini | |
| dc.date.accessioned | 2026-07-06T07:01:17Z | |
| dc.date.issued | 2026-04-30 | |
| dc.description | Finalisasi Maya_06 Juli 2026 | |
| dc.description.abstract | Work performance perawat merupakan salah satu indikator utama dalam menentukan kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit. Perawat memiliki peran penting karena berinteraksi langsung dengan pasien dalam memberikan asuhan keperawatan. Namun, berbagai temuan menunjukkan bahwa work performance perawat masih belum optimal, yang ditandai dengan keterlambatan pelayanan, kurangnya empati, serta pendokumentasian yang belum maksimal. Selain itu, salah satu faktor yang dapat mempengaruhi work performance perawat adalah persepsi terhadap organizational justice, yaitu persepsi perawat terhadap keadilan dalam pembagian beban kerja, proses pengambilan keputusan, interaksi, serta penyampaian informasi di dalam organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara organizational justice dengan work performance pada perawat ruang rawat inap di RSD dr. Soebandi Jember. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 130 perawat yang dipilih menggunakan teknik probability sampling dengan metode proportional random sampling pada ruang rawat inap di RSD dr. Soebandi Jember. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Organizational Justice Scale (OJS) dan Performance Appraisal Indicators. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik responden sebagian besar berada pada usia dewasa produktif dengan median 37 tahun dan rentang usia 25 hingga 59 tahun, berjenis kelamin perempuan, memiliki masa kerja 11–15 tahun, berpendidikan Ners, berpenghasilan di atas Rp3.012.197, serta berperan sebagai perawat pelaksana. Organizational justice pada perawat sebagian besar berada pada kategori sedang (76,9%), dengan seluruh indikator yaitu keadilan distributif, prosedural, interaksional, dan informasional juga didominasi kategori sedang. Work performance perawat juga didominasi kategori sedang (84,6%), dengan indikator kualitas, kuantitas, ketepatan waktu, efektivitas, kemandirian, dan komitmen organisasi sebagian besar berada pada kategori sedang. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara organizational justice dengan work performance dengan nilai p value 0,000 (p < 0,05) dan koefisien korelasi (r = 0,631) yang menunjukkan hubungan kuat dan berarah positif. Hal ini berarti bahwa semakin baik persepsi organizational justice yang dirasakan oleh perawat, maka semakin baik work performance yang ditunjukkan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. | |
| dc.description.sponsorship | Ns.Anisah Ardiana, M.Kep., Ph.D | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/10666 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Keperawatan | |
| dc.subject | Perawat Rawat Inap | |
| dc.subject | Keadilan Organisasi | |
| dc.subject | Kinerja Kerja | |
| dc.title | Hubungan Organizational Justice dengan Work Performance pada Perawat Ruang Rawat Inap di RSD dr. Soebandi Jember | |
| dc.type | Other |
