Pengaruh Kasus Bullying terhadap Keterampilan Sosial pada Peserta Didik Kelas Tinggi SDN Kepatihan 03 Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Bullying yang terjadi di lingkungan SD tidak hanya berdampak pada psikologis peserta didik, tetapi juga dapat mempengaruhi perkembangan keterampilan sosial. Peserta didik yang mengalami bullying cenderung mengalami kesulitan dalam menjalani hubungan sosial, berkomunikasi dengan teman sebaya, serta menunjukkan perilaku yang kurang mendukung tindakan sosial. Berdasarkan hal tersebut, diperlukan pemahaman mendalam mengenai sejauh mana pengalaman bullying dapat berpengaruh terhadap keterampilan sosial peserta didik, khususnya di jenjang SD. Sejalan dengan latar belakang tersebut, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah adakah pengaruh kasus bullying terhadap keterampilan sosial peserta didik kelas tinggi di SDN Kepatihan 03 Jember?
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, instrumen pengumpulan data berupa angket yang disebarkan kepada 86 peserta didik kelas tinggi, namun hanya 30 peserta didik yang teridentifikasi sebagai korban bullying dan dijadikan sampel penelitian. Peserta didik yang dikategorikan terdampak bullying adalah peserta didik yang memiliki pengalaman menerima perlakuan bullying yang terukur melalui angket dan kategorinya dibagi berdasarkan skor tinggi dan sedang. Teknik analisis data menggunakan uji regresi linear sederhana untuk mengetahui pengaruh antara variabel bebas (bullying) dan variabel terikat (keterampilan sosial).Penelitian ini menggunakan metode ex post facto. Langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini adalah (1) mengidentifikasi, membatasi, dan merumuskan adanya permasalahan yang signifikan untuk dipecahkan; (2) menentukan manfaat dan tujuan penelitian; (3) melakukan studi pustaka yang berkaitan dengan permasalahan penelitian; (4) merumuskan hipotesis penelitian; (5) mengelompokkan data; (6) menentukan kerangka berpikir; (7) merumuskan/ menyusun dan mengembangkan instrumen penelitian; (8) mendesain metode penelitian; (9) mengumpulkan, dan menganalisis data; (10) melakukan uji hipotesis; (11) penafsiran/ diskusi hasil; (12) mengambil kesimpulan dan membuat laporan penelitian.
Hasil uji regresi menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,031, yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara bullying dan keterampilan sosial. Koefisien determinasi sebesar 00,156 mengindikasikan bahwa 15,6% variasi dalam keterampilan sosial dapat dijelaskan oleh pengalaman bullying.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa bullying memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keterampilan sosial peserta didik. Peserta didik yang sering mengalami bullying verbal seperti diejek atau dipanggil dengan julukan negatif cenderung lebih tertutup, kurang percaya diri, dan enggan berinteraksi dengan teman sekelas. Sebaliknya, terdapat pula peserta didik yang berusaha menyesuaikan diri agar tidak dikucilkan, sehingga mendorong mereka untuk mengembangkan kemampuan komunikasi dan interaksi sosial yang lebih baik dengan teman sebaya. Hal ini, menunjukkan bahwa pengalaman bullying benar-benar berdampak pada bagaimana peserta didik mengembangkan keterampilan sosialnya, baik dalam bentuk negatif maupun respon adaptif. Berdasarkan hasil tersebut, sekolah perlu menciptakan lingkungan sosial yang sehat dan aman, serta memberikan ruang pengembangan keterampilan sosial yang positif bagi peserta didik. Saran yang dapat diberikan adalah peserta didik diharapkan dapat menjadikan setiap pengalaman sosial termasuk bullying sebagai pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan bersosialisasi. Guru perlu mengembangkan pembelajaran kolaboratif dan partisipatif seperti diskusi kelompok atau pembelajaran berbasis proyek. Peneliti selanjutnya disarankan menganalisis lebih dalam mengenai faktor lain yang mempengaruhi hubungan bullying dan keterampilan sosial.
Description
Reupload file repository 6 Februari 2026_Ratna
