Analisis Perbandingan Angka Ekuivalen Beban dan Tebal Perkerasan Kaku antara Metode MDPJ 2024, AASHTO 1993, dan Austroads 2025
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Jalan Tol Solo–Yogyakarta–YIA Kulon Progo Seksi II Paket 2.2B merupakan infrastruktur transportasi yang dirancang untuk melayani arus lalu lintas dengan proporsi kendaraan berat yang tinggi. Kondisi tersebut mengharuskan perkerasan memiliki kemampuan struktural yang memadai agar mampu mempertahankan kinerja selama umur rencana. Salah satu faktor yang sangat memengaruhi hasil desain perkerasan kaku adalah penentuan beban lalu lintas rencana melalui angka ekuivalen beban sumbu. Setiap metode perencanaan memiliki konsep dan parameter yang berbeda dalam mengonversi beban kendaraan menjadi beban standar, sehingga berpotensi menghasilkan kebutuhan tebal perkerasan yang berbeda meskipun menggunakan data dasar yang sama. Penelitian ini bertujuan membandingkan angka ekuivalen beban dan tebal perkerasan kaku berdasarkan metode MDPJ 2024, AASHTO 1993, dan Austroads 2025. Pendekatan yang digunakan yaitu kuantitatif komparatif dengan memanfaatkan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui survei traffic counting selama 1 × 24 jam pada ruas tol yang telah beroperasi dan memiliki karakteristik serupa dengan ruas penelitian, sedangkan data sekunder meliputi data teknis jalan dan data tanah dasar. Analisis dilakukan dengan memproyeksikan volume lalu lintas ke tahun awal operasi, kemudian menghitung beban lalu lintas rencana sesuai prosedur masing-masing metode. Pada MDPJ 2024 beban lalu lintas dinyatakan dalam Jumlah Sumbu Kendaraan Niaga (JSKN), pada AASHTO 1993 dinyatakan dalam kumulatif W18, sedangkan Austroads 2025 menggunakan Design Equivalent Standard Axles (DESA). Selanjutnya, hasil perhitungan digunakan untuk menentukan tebal pelat beton dan dilakukan evaluasi terhadap kriteria desain yang berlaku pada setiap metode
Description
Finalisasi Maya_09 Agustus 2026
