Analisis Recoverable Resources Endapan Bauksit Menggunakan Metode Localized Uniform Conditioning pada Skenario Skala Penambangan
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Industri pertambangan bauksit laterit menuntut akurasi estimasi sumber daya pada skala unit penambangan terkecil yang dapat dioperasikan secara selektif di lapangan. Endapan bauksit laterit di Desa Melugai, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat memiliki karakteristik geometri yang bergelombang mengikuti paleotopografi batuan induk dengan variabilitas kadar Al₂O₃ yang fluktuatif dalam jarak pendek, sehingga penentuan tonase dan kadar bijih pada skala operasional menjadi tantangan tersendiri yang tidak dapat diselesaikan secara memadai oleh metode estimasi konvensional. Metode estimasi linear seperti Ordinary Kriging secara inheren menghasilkan distribusi kadar yang terlalu mulus (smoothing effect) ketika diterapkan pada data eksplorasi berspasi renggang, yang pada praktiknya menyebabkan blok berkadar tinggi terestimasi lebih rendah dari nilai sebenarnya dan mendistorsi kurva Grade-Tonnage sehingga prediksi tonase bijih di atas cut-off grade operasional menjadi tidak realistis. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kesalahan klasifikasi antara bijih dan material pengotor saat penambangan berlangsung, yang pada akhirnya berdampak langsung terhadap perolehan logam. Tahapan metode diawali dengan pemodelan wireframe untuk membatasi domain mineralisasi berdasarkan litologi dan topografi, dilanjutkan dengan analisis variogram downhole untuk memperoleh parameter nugget, sill, dan range dari model spherical yang merepresentasikan struktur korelasi spasial kadar. Data kemudian ditransformasikan melalui Gaussian Anamorphosis sebagai prasyarat metode Uniform Conditioning (UC), sebelum dilakukan estimasi kadar pada skala Panel 50×50×1 m menggunakan Ordinary Kriging (OK). Metode UC selanjutnya diterapkan untuk memprediksi fungsi pemulihan (recovery function) di dalam Panel, dan proses lokalisasi Localized Uniform Conditioning (LUC) dilakukan untuk mendistribusikan kadar hasil UC ke dalam empat skenario ukuran SMU (5×5×1 m, 10×10×1 m, 25×25×1 m, dan 50×50×1 m) berdasarkan peringkat estimasi OK, yang kemudian dievaluasi melalui analisis kurva Grade-Tonnage pada berbagai variasi cut-off grade untuk menentukan skenario penambangan yang paling optimal. Perbandingan antara skala Panel dan skala SMU menunjukkan bahwa estimasi OK Panel mengalami kompresi varians sebesar 37,67 akibat smoothing effect, sementara koreksi change of support melalui UC berhasil memulihkan varians secara proporsional hingga 73,58 pada SMU 5×5×1 m dengan nilai mean global yang tetap konsisten di 41,09% pada seluruh skenario, membuktikan terpenuhinya prinsip global unbiasedness dan volume-variance relationship. Sensitivitas model LUC terhadap variasi ukuran SMU termanifestasi secara dominan pada dimensi tonase, di mana perubahan kadar rata-rata antar skenario tidak pernah melampaui 0,85% pada seluruh rentang CoG. Pada CoG rendah hingga menengah, SMU kecil menghasilkan tonase lebih rendah karena selektivitas yang lebih tinggi mengoreksi overestimasi akibat smoothing, namun terjadi pembalikan tren pada CoG > 47% di mana SMU 10×10 menghasilkan pemulihan tonase 54,60% lebih tinggi dibandingkan SMU 50×50. Perbedaan antara SMU 10×10 dan SMU 5×5 yang konsisten di bawah 0,49% di seluruh rentang CoG mengindikasikan keduanya menghasilkan estimasi yang praktis ekuivalen.
Description
Finalisasi Maya_09 Agustus 2026
