Analisis Lost Circulation dan Penanggulangannya terhadap Keberhasilan Pemboran Sumur X
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Lost circulation pada Sumur X terjadi di trayek 8½” pada kedalaman 1844
ftMD, disebabkan oleh formasi yang sangat permeabel dan berpori besar, bukan
akibat tekanan lumpur yang melebihi tekanan rekah. Masalah ini mengganggu
sirkulasi lumpur, meningkatkan NPT, dan menambah biaya operasi. Tekanan
hidrostatik lumpur (878,94 psi) berada di atas tekanan formasi (812,58 psi) namun
di bawah tekanan rekah (1126,99 psi), sehingga tidak terjadi rekahan buatan akibat
tekanan lumpur. Formasi Telisa didominasi litologi sandstone dengan
permeabilitas >1000 mD dan porositas tinggi, sehingga lumpur mudah terserap ke
dalam pori dan rongga formasi. Kehilangan lumpur hingga 97 BPH
mengindikasikan adanya rongga alam (cavernous) yang mempercepat hilangnya
fluida, terutama tanpa lapisan penahan yang memadai. Penanggulangan awal
menggunakan 80 ppb kombinasi LCM (CaCO₃, Uni-Seal, Sawdust) hanya
menurunkan kehilangan lumpur dari 97 BPH menjadi 95 BPH. Hal ini
menunjukkan LCM belum efektif mencapai zona loss, kemungkinan karena
bridging material belum terbentuk dengan baik. Strategi lanjutan dengan injeksi
ulang LCM, POOH hingga 1400 ftMD, dan soaking selama satu jam berhasil
menghentikan kehilangan lumpur. Soaking memungkinkan LCM membentuk plug
efektif, terbukti lebih berhasil dibanding hanya menambahkan LCM saat sirkulasi.
Metode soaking memberi waktu bagi LCM untuk mengisi pori dan rongga formasi,
membentuk matriks padat yang efektif menahan aliran lumpur. Ukuran partikel
yang bervariasi dan komposisi CaCO₃ serta Sawdust cocok untuk formasi Telisa.
Penanggulangan ini sesuai dengan Mud Program Sumur X dan menegaskan
pentingnya mitigasi yang disesuaikan dengan karakteristik formasi dan data real-time.
Description
Reupload file repository 3 Februari 2026_Arif/Halima
