Evaluasi Persepsi dan Kepuasan Pasien terhadap Telemedicine pada Pelayanan Rawat Jalan di Rumah Sakit Perkebunan Jember Klinik dengan Metode Human Organization Technology (Hot-Fit Model)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Abstract
Salah Satu perkembangan teknologidi bidang kesehatan adalah telemedicine. Pengguna telemedicine di Rumah Sakit Perkebunan Jember Klinik sudah berjalan namun belum dimanfaatkan dengan baik oleh para tenaga kesehatan (dokter umum, dokter gigi, dokter spesialis, perawat) maupun pasien instalasi rawat jalan Rumah Sakit Perkebunan Jember Klinik. Berdasarkan hasil studi pendahuluan menunjukkan perbandingan jumlah pasien rawat jalan yang menggunakan layanan telemedicine pada tahun 2023 hanya sebesar 4,3%. Rendahnya pemanfaatan telemedicine pasien yang langsung datang dengan yang post rawat inap juga menjadi indikator kurangnya pemanfaatan telemedicine di Rumah Sakit Perkebunan Jember Klinik. Selama implementasi telemedicine ini belum dilakukan evaluasi terhadap pelayanan telemedicine, sehingga dalam pelaksanaannya masih banyak ditemui kendala dan kekurangan yang mengganggu jalannya pelayanan terhadap pasien. Kendala dan kekurangan yang ditemui dalam sebuah sistem perlu dilakukan evaluasi sistem. Berdasarkan komponen yang ada, penerapan sistem informasi berupa telemedicine dapat dievaluasi menggunakan metode HOT-Fit Model. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi persepsi pasien dan kepuasan terhadap penggunaan telemedicine pada pelayanan rawat jalan Rumah Sakit Perkebunan Jember Klinik dengan menggunakan metode human organization technology (hot-fit model). Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian menggunakan rumus slovin dengan jumlah sampel 379 pengguna telemedicine. Analisis data data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM-PLS). Hasil menunjukkan bahwa Terdapat pengaruh technology terhadap net benefit melalui human dalam pemanfaatan aplikasi telemedicine di Rumah Sakit Perkebunan Jember Klinik Hal ini menunjukkan bahwa manfaat dari sistem telemedicine baru dapat dirasakan apabila pengguna, baik tenaga medis maupun pasien, memiliki persepsi positif terhadap sistem, merasa puas, dan terlibat aktif dalam penggunaannya. Terdapat pengaruh technology terhadap net benefit melalui organization dan human dalam pemanfaatan aplikasi telemedicine di Rumah Sakit Perkebunan Jember Klinik. Keberhasilan pemanfaatan teknologi sangat bergantung pada kesiapan organisasi dalam menyediakan dukungan struktural, kepemimpinan yang mendukung inovasi digital, prosedur operasional yang adaptif, dan budaya kerja yang terbuka terhadap perubahan serta bagaimana sumberdaya manusia yang ada. Terdapat pengaruh organization terhadap net benefit melalui human dalam pemanfaatan aplikasi telemedicine di Rumah Sakit Perkebunan Jember Klinik. Organization berpengaruh signifikan terhadap net benefit, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui kepuasan dan keterlibatan pengguna (human). Struktur organisasi yang adaptif, budaya kerja digital, serta infrastruktur dan pelatihan yang memadai menjadi fondasi penting dalam meningkatkan manfaat nyata dari sistem telemedicine, seperti efisiensi layanan, akurasi diagnosis, dan peningkatan kepuasan pasien. Usulan perbaikan dari permasalahan pemanfaatan aplikasi telemedicine di Rumah Sakit Perkebunan Jember Klinik melalui Focus Group Discussion (FGD) dengan edukasi tenaga kesehatan dan pasien, perbaikan dukungan sarana dan prasarana, serta optimalisasi ERM dengan kerjasama pihak ketigas selaku pihak pengembangan. Adapun rekomendasi kegiatan yang dapat dilakukan oleh rumah sakit antara lain workshop literasi digital untuk tenaga medis dan pasien, simulasi penggunaan aplikasi telemedicine, edukasi berbasis video tutorial dan poster edukasi, pembentukan Tim/Unit Telemedicine resmi, revisi SOP pelayanan rawat jalan dan konsultasi online berbasis aplikasi, integrasi ERM dengan aplikasi telemedicine, pelatihan input data rekam medis secara digital, pengumpulan feedback aplikasi dan koordinasi dengan vendor pengembang aplikasi, Pelaksanaan survei kepuasan pengguna dapat dilakukan secara online ataupun manual, serta dialog performa rutin bersama manajemen & user yang dapat dilakukan setiap triwulan.
