Penghambatan Biologis Pupa Serangga Hama oleh Cendawan Beauveria bassiana dalam Beberapa Media Limbah Organik

dc.contributor.authorTengku Umar Hadi Al Rasyid
dc.date.accessioned2026-10-01T09:01:34Z
dc.date.issued2026-07-25
dc.descriptionFinalisasi Maya_01 Oktober 2026
dc.description.abstractPenelitian ini dilaksanakan untuk mengkaji potensi Beauveria bassiana sebagai agen pengendali hayati pada stadia pupa Spodoptera frugiperda dengan memanfaatkan beberapa media limbah organik sebagai substrat perbanyakan. Media yang digunakan terdiri atas beras jagung, kotoran kambing, kotoran sapi, sekam, dan arang sekam, sedangkan faktor lingkungan diklasifikasikan berdasarkan perbedaan lokasi dengan kisaran suhu tertentu. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dua faktor, yaitu media dan lokasi, dengan 15 kombinasi perlakuan dan 45 unit percobaan. Pengamatan dilakukan terhadap kerapatan konidia, daya perkecambahan, mortalitas pupa, dan deformasi imago sebagai indikator keberhasilan infeksi dan kemampuan penghambatan biologis cendawan terhadap perkembangan serangga hama. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa media perbanyakan memiliki peran dalam menunjang pertumbuhan dan pembentukan konidia B. bassiana. Media yang lebih kaya bahan organik cenderung menghasilkan kerapatan konidia yang lebih tinggi, sedangkan media yang memiliki keterbatasan nutrisi menghasilkan kerapatan yang lebih rendah. Namun demikian, efektivitas cendawan tidak hanya ditentukan oleh media, melainkan juga oleh kondisi lingkungan saat aplikasi. Lokasi dengan suhu yang lebih stabil, kelembaban yang lebih tinggi, dan intensitas cahaya yang lebih rendah terbukti lebih mendukung viabilitas konidia serta keberhasilan infeksi. Sebaliknya, suhu yang lebih tinggi, kelembaban yang lebih rendah, dan paparan cahaya yang lebih besar cenderung menurunkan efektivitas cendawan. Selain menyebabkan kematian pada pupa, infeksi B. bassiana juga berimplikasi terhadap kualitas individu yang berhasil bertahan hidup hingga fase dewasa. Pada beberapa perlakuan, pupa mengalami melanisasi, gagal berkembang menjadi imago, atau menghasilkan imago yang mengalami deformasi morfologi. Gejala tersebut menunjukkan bahwa pengendalian hayati pada stadia pupa tidak hanya menekan jumlah individu yang mampu bertahan hidup, tetapi juga menurunkan kualitas biologis generasi berikutnya. Dengan demikian, pemanfaatan B. bassiana pada stadia pupa memiliki nilai strategis dalam memutus siklus hidup hama sebelum mencapai fase imago yang aktif menyebar dan bereproduksi.
dc.description.sponsorshipIrwanto Sucipto, S.P., M.Si.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/15390
dc.language.isoOther
dc.publisherFakultas Pertanian
dc.subjectBeauveria Bassiana
dc.subjectLimbah Organik
dc.subjectKepompong
dc.subjectSpodoptera Frugiperda
dc.subjectPengendalian Hayati
dc.titlePenghambatan Biologis Pupa Serangga Hama oleh Cendawan Beauveria bassiana dalam Beberapa Media Limbah Organik
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 5 of 7
Loading...
Thumbnail Image
Name:
221510501044 - TENGKU UMAR HADI AL RASYID - BAGIAN DEPAN.pdf
Size:
1.77 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Loading...
Thumbnail Image
Name:
221510501044 - TENGKU UMAR HADI AL RASYID - BAB 1.pdf
Size:
1.77 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Loading...
Thumbnail Image
Name:
221510501044 - TENGKU UMAR HADI AL RASYID - BAB 2.pdf
Size:
1.77 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Loading...
Thumbnail Image
Name:
221510501044 - TENGKU UMAR HADI AL RASYID - BAB 3.pdf
Size:
1.77 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Loading...
Thumbnail Image
Name:
221510501044 - TENGKU UMAR HADI AL RASYID - BAB 4.pdf
Size:
1.77 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: