Faktor yang Berhubungan dengan Kelengkapan Imunisasi Dasar Anak Usia 12–59 Bulan di Jawa Timur (Analisis Data SKI 2023)
| dc.contributor.author | Steffanie Zoya Banjarnahor | |
| dc.date.accessioned | 2026-07-21T08:41:54Z | |
| dc.date.issued | 2026-07-15 | |
| dc.description | Finalisasi 21 Juli 2026_Yudi | |
| dc.description.abstract | Kelengkapan imunisasi dasar pada anak di Jawa Timur masih belum mencapai target program kesehatan nasional. Kelengkapan imunisasi dasar merupakan salah satu indikator pemanfaatan pelayanan kesehatan secara berkelanjutan dan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor yang berhubungan dengan kelengkapan imunisasi dasar anak usia 12–59 bulan di Jawa Timur berdasarkan Andersen’s Behavioral Model. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional dan data sekunder Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Sampel penelitian terdiri atas 2.925 anak usia 12–59 bulan di Jawa Timur yang tinggal bersama ibu kandung dan memiliki data lengkap. Analisis dilakukan menggunakan pembobotan sesuai desain sampel kompleks SKI 2023, analisis univariat, uji chi-square, dan regresi logistik dengan metode backward elimination. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 47,2% anak memiliki imunisasi dasar lengkap. Analisis bivariat menunjukkan bahwa wilayah tempat tinggal, tingkat pendidikan ibu, riwayat antenatal care (ANC), dan tempat persalinan berhubungan dengan kelengkapan imunisasi dasar. Setelah dikontrol secara simultan menggunakan analisis multivariat, tingkat pendidikan ibu dan riwayat ANC tetap berhubungan secara bermakna dengan kelengkapan imunisasi dasar. Anak dengan ibu berpendidikan tinggi memiliki peluang lebih besar untuk memiliki imunisasi dasar lengkap dibandingkan anak dengan ibu berpendidikan rendah (AOR=1,534), sedangkan anak dari ibu dengan riwayat ANC sesuai standar juga memiliki peluang lebih besar untuk memiliki imunisasi dasar lengkap (AOR=1,448). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pendidikan ibu dan riwayat ANC merupakan faktor yang berhubungan secara independen dengan kelengkapan imunisasi dasar anak usia 12–59 bulan di Jawa Timur. Penguatan edukasi imunisasi yang sesuai dengan tingkat pendidikan ibu serta integrasi edukasi imunisasi dalam pelayanan ANC diperlukan untuk meningkatkan kelengkapan imunisasi dasar. | |
| dc.description.sponsorship | Dwi Martiana Wati, S.Si., M.Si. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/11730 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Kesehatan Masyarakat | |
| dc.subject | imunisasi dasar | |
| dc.subject | anak usia 12–59 bulan | |
| dc.subject | pendidikan ibu | |
| dc.subject | ANC | |
| dc.subject | Andersen’s Behavioral Model | |
| dc.title | Faktor yang Berhubungan dengan Kelengkapan Imunisasi Dasar Anak Usia 12–59 Bulan di Jawa Timur (Analisis Data SKI 2023) | |
| dc.type | Other |
